6 Saran Syekh Alwan Seputar Fatwa dalam Merespon Isu Kekinian

Ada enam hal yang menurut Syekh DR. Salim Alwan mesti diupayakan agar sebuah fatwa benar-benar efektif dan solutif. Keenam tawaran ini, menurutnya, adalah langkah-langkah strategis para ulama pemberi fatwa  untuk merespon berbagai persoalan kontemporer yang kian beragam, kompleks dan politis.

Inilah sarannya yang beliau sampaikan dalam Konferensi Internasional tentang Fatwa yang diselenggarakan MUI DKI Jakarta bekerjasama dengan ADPAI (Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Indonesia)  di Hotel Santika TMII sejak 20-22 Juli 2018:

  1. Melarang orang-orang yang tidak ahli dan para ekstremis untuk tampil di atas mimbar-mimbar masjid, media massa; serta melarang mereka juga untuk memasuki masjid dan perguruan tinggi.
  2. Melakukan pengawasan terhadap fatwa yang menyimpang, dan menulis bantahan terhadapnya serta membekali para dai dengan dalil-dalil Syar’i yang benar, yang didukung oleh Alquran dan hadis.
  3. Membentengi para pemuda dengan ilmu agama, terutama ilmu akidah yang benar, yang diyakini oleh mayoritas umat, yakni akidah yang terbebas dari tasybih (keyakinan bahwa Allah sama dengan makhluk), tajsim (keyakinan bahwa Allah adalah benda) dan takfir syumuli (pengkafiran secara menyeluruh terhadap umat Islam). Alhamdulillah, mayoritas masyarakat di Indonesia meyakini akidah yang benar ini, yaitu akidah Asy’ariyyah yang moderat. Mereka berakidah dengan akidah tersebut sejak awal mula masuknya Islam ke negeri ini.
  4. Mendirikan majelis-majelis fatwa secara luas di berbagai kota dan negara.
  5. Adanya lembaga keislaman yang dapat dijadikan referensi dalam masalah fatwa.
  6. Konferensi-konferensi yang membahas masalah fatwa.

Upaya-upaya tersebut dan juga upaya-upaya yang lain, imbuh Syekh yang kini menjabat Ketua Umum Darul Fatwa Australia, insya Allah akan memiliki pengaruh kuat dalam melindungi eksistensi pembuatan fatwa yang hendak diserobot dari para ahlinya. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw: “Janganlah kalian menangisi agama ini jika dipimpin oleh para ahlinya, tapi tangisilah agama ini jika dipimpin oleh orang yang bukan ahlinya”.

Selain perkara di atas, pada akhir ceramahnya, Syekh Alwan juga menekankan bahwa Islam adalah agama yang adil dan moderat serta agama pembawa rahmat, karena itulah sudah seyogyanya kita semua menolak setiap bentuk ekstremisme dan kekerasan agar bisa hidup bersama dan berdampingan dengan seluruh lapisan masyarakat. (mz/foto: dok.pribadi Muaz)

Related posts

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top