Sosok articles

Syekh Sulaiman Al-Khatib: “Yang Menimpa Suriah Perlu Perhatian Badan-Badan Internasional…”

Syekh Sulaiman Al-Khatib: “Yang Menimpa Suriah Perlu Perhatian Badan-Badan Internasional…”

Dalam Jakarta International Islamic Conference (JAIIC) yang diselenggarakan MUI DKI Jakarta pada 29 November-1 Desember 2016 lalu,   ulama dari Suriah, Syekh Sulaiman Al-Khatib tampak begitu bersemangat dan menggebu-gebu menyampaikan kondisi Suriah. Syekh Sulaiman mengungkap kesedihannya yang mendalam tentang kondisi negaranya, Suriah, saat ini. Begitu juga kondisi saudara-saudara semuslimnya di Rohingya akhir-akhir ini. Baginya, apa yang

Prof. Dr. Yahya M. Michot dan Nasehat Ibn Taimiyah untuk Ulama

  Menjadi ulama bukan sekadar mumpuni dalam keilmuan, tapi juga mesti menguasai skill berkomunikasi yang baik.  Darimana mendapatkan skill tersebut? Tidak usah jauh-jauh dan pusing. Seorang ulama yang akrab dengan teks klasik bisa menelusurinya melalui pemikiran Ibn Taimiyah. Hal inilah yang disampaikan Prof. Dr. Yahya M. Michot dalam Jakarta International Islamic Conference (JAIIC) pada 29

KH. Nurhasyim Subadi: “Eksistensi diaspora Muslim Indonesia di Eropa masih kurang terdengar…”

Bersama dengan Jurjen Aandewiel, KH. Nurhasyim Subadi menjadi pembicara dari Belanda pada Jakarta International  Islamic Conference (JAIIC), Jakarta,  30 November-1 Desember  2016 lalu. Dalam konferensi  internasional yang diadakan MUI DKI Jakarta tersebut, lelaki kelahiran Kudus ini memang bukan warga negara Belanda, namun pengalamannya berdakwah di Belanda sungguh tidak bisa diragukan lagi. Pasalnya, kyai yang kini

Saat Ulama 16 Negara Berbincang Seputar Dakwah Ibukota

Inilah sejumlah momen yang tertangkap kamera redaksi laman muidkijakarta.or.id ketika ulama-ulama dari 16 negara menyampaikan ceramahnya pada acara Jakarta International Islamic Conference, Jakarta, 29 November-1 Desember 2016 lalu . Para tokoh Muslim tersebut berbagi ilmu, berbagi pengalaman, dan berbagi informasi seputar dakwah di negaranya masing-masing. Di luar acara resmi, mereka pun masih menyempatkan berdiskusi, baik

DR. H. Robi Nurhadi, Ketua Panitia Pelaksana JAIIC: “Target Konferensi Internasional ini Terbentuknya Forum Bersama…”

Umumnya, setiap umat Islam di beberapa ibukota negara memiliki problem dan tantangan sendiri. Di ibukota, umat Islam hidup dan bersinggungan dengan komunitas yang beragam, dengan aneka agama, suku dan ras yang majemuk. Nilai-nilai hidup dan spiritualnya pun pastinya sangat variatif. Karena itulah,  berdakwah di ibukota-ibukota negara dibutuhkan strategi khusus. Inilah salah satu alasan MUI DKI

Syekh Salim Alwan Al-Hasaniy dan Darulfatwa Australia

”Jangan mengambil ilmu dari Internet, Google, ataupun WhatsApp…” Sebagian anda mungkin tak asing dengan wajah dan sosoknya. Ia, Syekh Salim Alwan Al-Hasaniy, memang kerap wira-wiri di Tanah Air kita. Ia acapkali memenuhi undangan berceramah di Indonesia pada beberapa forum Islam Internasional yang dihelat di negeri kita. Perihal pesannya yang penulis singgung di awal tulisan adalah

Jurjen Aandewiel dan Persatuan Pemuda Muslim Denhaag

Profesi yang tidak bersinggungan dengan Islam, agama yang dipeluknya sejak 13 Februari 2000 silam, tidak menghalanginya untuk berdakwah dan menyebarkan nilai-nilai Islam yang luhur dan beradab. Betapa tidak? Ia yang bernama lengkap Jurjen Sebastiaan Aandewiel dan kemudian punya nama Islam: Muhammad Ichlas, pasca mualaf adalah seorang pebisnis yang menjual peralatan fotografi di perusahaan Transcontinenta. Hal

Berkenalan dengan Ulama Muda dan Berpengaruh: Syekh Dr. Usamah Sayyid Al-Azhari

“Syekh Dr. Usamah Sayyid Al Azhari adalah salah satu ulama muda yang ilmunya melampaui umurnya”–Habib Ali Al-Jufri   Mungkin, kita bisa sepakat dengan ucapan Habib Ali tersebut. Bahwa Syekh Usamah ini bukan sekadar muda, tapi juga sangat mumpuni ilmunya. Tak aneh, bila laman www.themuslim500.com menempaktkannya sebagai salah satu tokoh muslim paling berpengaruh sejagat pada urutan

Prof. Dr. Yahya M. Michot Akan Hadir di Konferensi Internasional MUI DKI

Syekh kelahiran Belgia tahun 1952 ini sejak September 2008 menjadi profesor Islamic Studies and Christian-Muslim Relations (Kajian Keislaman dan Relasi Muslim-Kristen) di Hartford Seminary, Connecticut, Amerika Serikat. Di lembaga tersebut, ia juga menjadi editor Jurnal “The Muslim World”. Pengalamannya di dunia akademik, baik sebagai pengajar maupun peneliti, sangat beragam. Antara lain, dari tahun 1983 hingga

K.H. Abdul Hannan Sa`id: Pencetus Qalqalah Akbar

Kafilah Provinsi Banten menjadi juara umum dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI Tahun 2016 di NTB. Sementara itu DKI Jakarta menempati juara kedua dan Kepulauan Riau di posisi ketiga, sedangkan NTB selaku tuan rumah menempati posisi keempat. Hasil ini dibacakan oleh Prof Said Aqil Al Munawar selaku Ketua Dewan Hakim MTQN XXVI dari atas

Top