Jalin Ukhuwah, Raih Mardhatillah !
The news is by your side.

DR. H. Robi Nurhadi, Ketua Panitia Pelaksana JAIIC: “Target Konferensi Internasional ini Terbentuknya Forum Bersama…”

0

Umumnya, setiap umat Islam di beberapa ibukota negara memiliki problem dan tantangan sendiri. Di ibukota, umat Islam hidup dan bersinggungan dengan komunitas yang beragam, dengan aneka agama, suku dan ras yang majemuk. Nilai-nilai hidup dan spiritualnya pun pastinya sangat variatif. Karena itulah,  berdakwah di ibukota-ibukota negara dibutuhkan strategi khusus. Inilah salah satu alasan MUI DKI Jakarta mengadakan Jakarta International Islamic Conference (JAIIC) pada 29 November hingga 1 Desember 2016 di Hotel Mercure, Jakarta. Kendati begitu, apa betul hanya itu yang ingin dicapai dalam Konferensi Internasional ini. Redaksi Info Ulama, A. Muaz, menemui DR. Robi Hurhadi, Ketua Pelaksana,  untuk menggali lebih dalam ihwal Konferensi Internasional ini. Berikut petikan wawancaranya:

Info Ulama (IU): DR. Robi: Kenapa MUI DKI Jakarta merasa perlu mengadakan event konferensi ini?

DR. Robi (DR): Kata kuncinya adalah karena MUI peduli atas kondisi keumatan saat ini, tidak hanya dalam konteks Jakarta, melainkan juga dalam konteks yang lebih universal. Kondisi keumatan yang dimaksud adalah karena adanya dua fenomena penting: pertama, adanya dunia dakwah baru bernama “dunia maya” dengan segala manfaat dan mudharatnya yang perlu direspon melalui modernisasi berdakwah; kedua, stigmatisasi terhadap dunia dakwah islamiyah yang dilekatkan pada isu radikalisme dan terorisme, yang perlu ditangani bersama karena spektrumnya yang lintas negara. Konferensi ini menjadi gerakan kontra terhadap stigmatisasi tsb.

 

IU:  Kenapa MUI DKI Jakarta tidak mengadaan event lain yang lebih menyentuh masyarakat grass-root, seperti umat muslim di Jakarta?

DR: Event lain seperti itu sudah menjadi keseharian atau rutinitas MUI DKI Jakarta, baik secara kelembagaan maupun secara person to person para pengurus MUI DKI karena mereka umumnya berasal dari masjid atau dari ormas Islam.

IU: Bukankah realitas muslim Jakarta berbeda dengan negara lain, terutama dengan negara peserta konferensi. Apa urgensinya membandingkan model-model dakwah di ibukota lain yang berbeda?

DR: Justru perbedaàn tersebut akan jadi khazanah pemikiran dan gerakan dakwah yang akan berkontribusi terhadap hasil konferensi ini. Namun tetap ada kesamaan yaitu kepedulian seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya. Karena itu mereka menyatakan akan datang dan bersedia untuk berbagi pengalaman seputar dakwah Islam di negara mereka. Karena itulah, selain pengayaan khazanah pemikiran dan gerakan dakwah, kita akan bersama-sama juga belajar untuk saling bersinergi dan berkolaborasi dalam gerakan dakwah. Karena itu, salah satu target konferensi ini adalah terbentuknya forum bersama di antara negara-negara peserta yang akan diperluas ke negara-negara yang belum hadir

IU: Dari sekian negara peserta, adakah yang paling mirip dan representatif untuk menjadi role model dakwah utk Jakarta?

DR:  Ada beberapa. Seperti Malaysia dan Brunei Darussalam serta negara-negara Timur Tengah dari segi target dakwahnya yang lebih banyak dan lebih acceptable.

IU: Apa agenda selanjunya pasca konferensi ini untuk kepentingan umat Islam di beberpa ibukota negara peserta tersebut? Adakah bentuk konkret dan praktisnya?

DR: Agendanya adalah secara bersama dan serentak serta terkoordinasi dalam forum bersama tersebut, para peserta akan  terjun langsung ke masyarakat dengan membawa hasil dari konferensi ini. Lalu, feedback dari masyarakat akan kita rumuskan dalam konferensi JAIIC ke-2 di negara peserta lainnya

IU: Terakhir, harapan DR. Robi untuk muslim Jakarta ke depan?

DR:  Siapapun yang mendiami muka bumi ini adalah orang-orang yang terpilih sebagai wakilnya Allah swt (khalifatul fil ardh) utk memakmurkan muka bumi. Terlebih lagi bagi muslim di Jakarta. Kita terpilih, dan karenanya harus bertanggungjawab untuk membangun peradaban yang semakin baik. Tidak hanya untuk kita yang berdiam di Jakarta tapi juga untuk semua umat manusia di dunia agar selalu dekat dengan Allah swt. Bukan juga untuk kita yang hidup sekarang, melainkan juga untuk generasi yang akan datang setelah kita. Apa yang kita lakukan hari ini seperti mengulurkan tali silaturrahim dan tali keselamatan bagi siapapun yang mau menerimanya dimanapun adanya, dan kapanpun adanya ia di muka bumi ini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.