Jalin Ukhuwah, Raih Mardhatillah !
The news is by your side.

Hadis-Hadis Palsu di Ramadhan (4)

0

Hadis palsu keempat, kelebihan shalat tarawih dari malam pertama sampai malam ketiga puluh di bulan Ramadhan.

Hadis palsu ini dapat ditemukan di kitab Durratun Nashihin halaman 18-19. Hadis ini diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib r.a. yang dia berkata bahwa Nabi SAW pernah ditanya orang tentang kelebihan shalat tarawih di bulan Ramadhan, maka Nabi SAW bersabda,”Dosa seorang Mukmin keluar dari dirinya pada awal malam, seperti hari dia dilahirkan oleh ibunya. Dan pada malam yang kedua diampunkan baginya dan bagi kedua ibu bapaknya, jika keduanya itu beriman, dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dari bawah Arsy,’Mulailah olehmu dengan beramal, Allah telah mengampunkan perbuatan-perbuatan dosamu yang terdahulu’.

Pada malam keempat, baginya pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil , Zabur dan Al-Furqan (Al-Qur’an). Pada malam kelima, Allah memberinya pahala seperti orang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan masjid Al-Aqsha. Pada malam keenam, Allah memberinya pahala orang yang thawaf di Baitul Makmur dan memohonkan ampun baginya setiap batu dan tanah liat yang keras, Pada malam ketujuh, maka seolah-olah ia mengalami zaman Nabi Musa as dan menolongnya dalam melawan Fir’aun dan Haman.

Pada malam kedelapan, Allah memberinya apa yang diberikan-Nya kepada Nabi Ibrahim as. Pada malam kesembilan, maka seolah-olah ia menyembah Allah Ta`ala seperti ibadahnya Nabi SAW. Pada malam kesepuluh, Allah berikan rezeki kepadanya akan kebaikan dunia dan akhirat. Dan pada malam kesebelas, dia keluar dari dunia seperti hari dilahirkan dari perut ibunya. Pada malam kedua belas, datang pada hari kiamat, sedangkan wajahnya laksana bulan pada malam badar (purnama).

Pada malam ketiga belas, dia datang pada hari kiamat dengan aman dari setiap kejahatan.
Dan pada malam keempat belas, datanglah para malaikat menyaksikan baginya bahwa dia telah melakukan sembahyang tarawih, maka Allah tidak periksa dia pada hari kiamat. Pada malam kelima belas, para malaikat, pemikul-pemiul Arsy dan Kursi, memintakan ampun (bershalawat) untuknya. Dan pada malam keenam belas, Allah menuliskan baginya kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan untuk masuk ke dalam surga. Dan pada malam ketujuh belas, diberikan kepadanya seperti pahala nab-nabi.

Pada malam kedelapan belas, berserulah seorang malaikat:’wahai hamba Allah sesungguhnya Allah Ta`ala ridla kepadamu dan kepada kedua ibu bapakmu’. Dan pada malam kesembilan belas, Allah angkat derajatnya ke surga firdaus.

Pada malam kedua puluh, diberikan kepadanya pahala orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan pada malam keduapuluh satu, Allah buatkan untuknya sebuah rumah di dalam surga dari nur (cahaya). Dan pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari pada segala duka cita.

Pada malam kedua puluh tiga, Allah SWT buatkan untuknya sebuah kota di dalam surga. Dan pada malam kedua puluh empat, baginya dua puluh empat doa mustajab.
Dan Pada malam ke duapuluh lima, Allah angkat darinya siksa kubur.

Pada malam kedua puluh enam, Allah Ta`ala angkatkan baginya pahalanya empat puluh tahun. Dan pada malam kedua puluh tujuh, dia datang pada hari kiamat di atas shirath secepat kilat. Dan pada malam kedua puluh delapan, Allah angkat baginya seribu derajat di dalam surga. Dan pada malam kedua puluh sembilan, Allah beri pahala seribu haji yang diterima.
Pada malam ketiga puluh, Allah SWT berfirman:Wahai hamba-Ku. Makanlah olehmu, dari buah-buahan surga, dan mandilah dari air salsabil dan minumlah dari telaga Al-Kautsar. Aku Tuhanmu, dan engkau adalah hamba-Ku.’”

Hadis di atas tidak terdapat dalam kitab-kitab hadits yang mu’tamad. DR. KH. Ahmad Lutfi Fathullah Mughni, MA, pakar hadis dan Ketua Komisi Fatwa MUI DKI Jakarta telah meneliti kitab Durratun Nashihin, bahkan penelitiannya terhadap kitab tersebut menjadi disertasinya un mengatakan,”Ada sekitar 30 persen hadits palsu dalam kitab Durratun Nashihin. Diantaranya adalah hadits tentang fadhilah atau keutaman shalat tarawih, (yaitu) dari Ali ra. bahwasanya Rasulullah SAW ditanya tentang keutamaan shalat tarawih, (lalu beliau bersabda) malam pertama pahalanya sekian, malam kedua sekian, dan sampai malam ketiga puluh.” ***

 (Rakhmad Zailani Kiki dari pelbagai sumber)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.