Survei: Generasi Muda Islam Tidak Setuju Paham Radikalisme

JAKARTA – Dewan Masjid Indonesia (DMI) menggandeng Merial Institute lakukan survei persepsi dan aspirasi generasi muda terhadap masjid.

Hasilnya menunjukkan jika generasi muda atau yang tren disebut Generasi Millenial yang beragama Islam tidak setuju dengan paham radikalisme

“Sebanyak 81,19 persen responden mengaku tidak pernah mendengarkan ceramah yang berisi ajakan untuk memusuhi agama dan etnis tertentu dan 97,97 persen tidak setuju materi ceramah seperti itu,” ungkap Danial Iskandar, peneliti dari Merial Institute.

Kekhawatiran masjid digunakan untuk tujuan politik praktis juga masih ada, namun tidak terlalu signifikan, hanya 15,65 persen responden yang pernah menemukan materi ceramah yang berisikan ajakan politik praktis di masjid dan 15,54 persen responden yang setuju dengan isi materi tersebut.

“Dari hasil survei ini ditemukan bahwa banyak generasi muda yang beribadah ke masjid, namun mereka membutuhkan variasi kegiatan sosial dan ekonomi. Mereka berharap masih dapat dimanfaatkan lebih dari sekadar tempat ibadah salat,” kata Danial.

Data Survei ini didapatkan oleh Departemen Kaderisasi Pemuda PP DMI bekerjasama dengan Merial Institute. Survei dilaksanakan selama 5 hari mulai 17-21 Juli 2018 dan mendapatkan 888 responden yang berdomisili di 12 Kota Besar Indonesia yakni; Kota Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Makassar, Medan dan Palembang.

Pengumpulan data menggunakan pengisian kuesioner pada platform online Google Forms.

Responden yang terhimpun adalah warga negara Indonesia beragama Islam berusia 16-30 tahun sesuai dengan Undang-undang No.40 tahun 2009 tentang kepemudaan.

*

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top