Memuliakan Kaum Dhuafa – Majelis Ulama Indonesia

on

Makassar, muisulsel.com – Dhuafa adalah golongan yang banyak dianggap enteng oleh orang-orang di sekitarnya. Itu karena kurangnya dominasi mereka dalam berbagai hal.

Dalam pandangan Islam, keberadaan dhuafa menjadi ujian utama bagi manusia yang lain. Kondisi mereka yang dhuafa adalah hal yang diposisikan Allah swt secara sementara waktu atau permanen. Orang yang kurang memandang mereka itu sebagai titipan Allah swt adalah orang yang terbuai dengan posisinya dan kesuksesannya yang juga titipan Allah swt, sama persis dengan kaum dhuafa.

Dengan sunnatullah, kaum dhuafa bisa saja jauh lebih sukses dari yang lain, di hari akhirat sudah pasti mereka lebih baik dari orang-orang yang meremehkan mereka, dan tidak berbuat semestinya:

(ألا أُخْبِرُكُمْ بِأهْلِ الجَنَّةِ؟ كُلُّ ضَعِيف مُتَضَعَّف، لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللهِ لأَبَرَّهُ، أَلا أُخْبِرُكُمْ بِأهْلِ النَّارِ؟ كُلُّ عُتُلٍّ جَوّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ)). مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.

Rasul bersabda, “Kusampaikan pada kalian ahli surga, setiap dhuafa yang dilemah-lemahkan orang disekitarnya. Di saat ia bersumpah atau berdoa niscaya sumpah dan doa mereka dikabulkan. Kusampaikan pula pada kalian ahli neraka yaitu setiap orang yang selalu kasar, selalu berjalan congkak dan selalu menyombongkan segala hal.

Para Nabi dan para pemimpin bangsa banyak yang awalnya ditakdirkan sebagai dhuafa umat, seperti Nabi Musa as, Dawud as, Syuaib as, Yusuf as dan lainnya, bahkan Nabi Muhammad saw adalah yatim piatu juga dhuafa. Para ulama dalam tabligh dan dakwah mereka mengentaskan selalu permasalahan dhuafa, walau kaum kaya dan kaum ningrat juga tetap jadi target pembinaan dan nasehat mereka.

Di awal Islam di Madinah penghasilan terbesar baitul mal bersumber dari peperangan, maka Rasulullah membagikan hasil itu pada para pejuang dan dhuafa. Untuk menjawab pertanyaan para pejuang, knp dhuafa diikutkan dalam jatah pembagaian hasil perang, Nabi beralasan karena hasil perjuangan itu banyak dimenangkan karena doa kaum dhuafa dan jasa-jasa dukungan mereka.

إنما ينصر الله هذه الأمة بضعيفها بدعوتهم وصلاتهم وإخلاصهم“

Rasul bersabda umat ini disukseskan Allah karena doa dhuafa, karena kemuliaan shalat mereka dan keikhlasan mereka.

Al-Hafesh al-Muhallab al-Andalusiy al-Faqih berkata, “Rasul menegur Saad bin Malik ra yang mempertanyakan hak kaum dhuafa berserikat dengan para pejuang dalam hasilan perang, bahwa para pejuang itu menang karena doa mereka yang diijabah”

قال ثقلتك أمك ابن أم سعد وهل ترزقون وتنصرون إلا بضعفائكم

Alangkah naif bagimu…. kalian diberi rezki dan kalian dimenangkan bukankah karena jasa-jasa dhuafa?

Imam Nawawi juga menjelaskan status hukumnnya mustahab dan sangat utama mengedepankan kaum dhuafa.

Semoga umat ini selalu mengutamakan secara prioritas kaum dhuafa, umat selalu mengamankan hak mereka, dan menjadikan mereka mitra sejati mencapai kemajuan, selamat berbagi shobahul khaer. (ISR)

والله اعلم وصباح النور

The post GORESAN HATI: Memuliakan Kaum Dhuafa appeared first on MUI Sul Sel.

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

554FansLike
2,498FollowersFollow
532SubscribersSubscribe

Must Read

KH Cholil Nafis: Masjid Boleh Bicara Politik, Tapi Tidak Boleh Dukung...

0
JAKARTA–Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis menyebut bahwa di dalam masjid boleh membicarakan politik, tetapi tidak boleh dukung...