Home Artikel 10 Larangan dalam Berdoa

10 Larangan dalam Berdoa

256
0
sumber foto www dpshots com

 “Kenapa yah doa saya  belum juga dikabulkan Allah?”  Pertanyaan ini  sangat umum terjadi dalam kehidupan seorang Muslim. Terlebih, saat ia merasakan betapa ujian hidupnya begitu hebat dan dahsyat. Karenanya, selain usaha, tentu saja, ia lalu menyerahkan urusannya kepada Ilahi agar cepat teratasi.

Nah, di luar kekuasaan Allah sebagai Maha Penjawab doa, pertanyaan tersebut sejatinya terkait dengan adab berdoa; bahwa keterkabulan atau tidaknya doa itu melibatkan akhlak seorang hamba kepada Sang Khalik.

Berikut ini  kami sajikan 10 larangan dalam berdoa dari Syekh Ibrahim bin Adham yang “bisa jadi” membuat doa kita belum diijabah Allah.  Antara lain:

  1. Engkau mengenal Allah, tapi tidak memenuhi hak-hak-Nya. Yang dimaksud hak Allah tersebut adalah melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
  2. Engkau membaca al-Qur’an, tapi belum mau mengamalkannya. Hal ini menegaskan bahwa seorang muslim yang sudah memiliki pengetahuan yang terkandung dalam Qur’an, tapi belum juga mau mengamalkannya. Dan bagi mereka yang belum bisa membaca al-Qur’an, tapi belum juga berniat belajar untuk membacanya.
  3. Engkau mengaku mencintai Rasulullah, tapi meninggalkan sunnah-sunnahnya.
  4. Engaku mengaku menjadi musuh setan, akan tetapi engkau malah menaatinya.
  5. Kalian memohon keselamatan dari siksa api neraka, tapi kalian malah memasukkan diri kalian sendiri ke dalamnya. Artinya, seseorang yang berdoa kepada Allah seyogyanya sudah membersihkan diri dari kekotoran dan kekeruhan batin. Ia seharusnya takut azab Allah yang pedih dengan meninggalkan segala sifat-sifat jeleknya.
  6. Kalian berdoa  agar dimasukkan ke dalam surga, tapi kalian enggan melakukan [untuk bisa memasuki]-nya. Artinya, seorang pendoa seyogyanya sudah mulai membiasakan diri melakukan segenap kebaikan-kebaikan yang membuat doanya dikabulkan Allah. Tidak sebaliknya, ia belum juga mengganti perilaku burukya dengan perilaku baiknya.
  7. Engkau tahu bahwa kematian itu benar adanya, akan tetapi kalian tidak mempersiapkan diri [untuk menjumpai]-nya.
  8. Kalian sibuk dengan aib orang lain, namun terhadap aib sendiri  kalian tidak mau tahu.
  9. Kalian telah banyak memakan nikmat Tuhanmu, akan tetapi kalian tidak mensyukurinya. Hal ini menekankan bahwa seorang pendoa yang kufur nikmat tentu saja akan membuat doanya sulit didengar Allah. Sebab, Allah tidak akan menyukai orang-orang yang tidak mau berterima kasih [mensyukuri] nikmat yang telah dianugerahkanya.
  10.  Kalian sering ikut menguburkan mayat, tapi kalian tidak pernah mengambil iktibar darinya. Poin ini menegaskan betapa kita memang seringkali alpa mengambil pelajaran berharga dari sebuah peristiwa kematian hingga terus menerus melakukan kejelekan. Tentu saja, doa orang seperti ini akan tidak diperhatikan Allah.

 

Demikianlah. Berdoa bukan semata-mata meminta kepada Allah, tapi sebuah laku ibadah yang sangat terkait dengan sikap dan perilaku kita sebagai muslim. Untuk itulah,  sejauhmanakah kita sudah memenuhi adab berdoa? Sudahkah kita memantaskan diri agar doa-doa [baca: permintaan ]  kita diijabah Allah? [muaz]