Pengukuhan PKU XVII dan PDU MUI Jakarta: Ulama Saat Ini Janganlah Menjadi Sapu

on

Pengukuhan PKU XVII dan PDU MUI Jakarta: Ulama Saat Ini Janganlah Menjadi Sapu..

Masa Orientasi mahasiswa/i Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI DKI dan Pendidikan Dasar Ulama (PDU) se- DKI Jakarta angkatan XVII resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum MUI DKI Jakarta yang diwakili Sekum KH. Yusuf Aman MA, di Grand Cempaka resort & Convention, Bogor, 10/2/2021

Turut Hadir sekretaris Umum MUI DKI Jakarta KH Yusuf Aman, Kepala Bidang Pendidikan MUI DKI Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, dan Pengurus MUI DKI Jakarta.

Usai dikukuhkan, Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta mengatakan “Orientasi kali ini, orientasi pertama yang dilaksanakan oleh MUI DKI Jakarta, dan rencanannya akan berlanjut di setiap tahunnya.

Sementara itu beliau memberikan Pesan kepada Peserta yang terdiri dari mahasiswa/i PKU dan PDU agar selalu belajar dengan sungguh sungguh, menegakan islam dengan seadil adilnya dan menjadi ulama yang dermawan.

“Kepada para mahasiswa PKU dan PDU yg baru saja dikukuhkan. Harapan kami tiada lain adalah pengabdiannya kepada masyarakat dalam membimbing dan menjadi pengayom umat dangan tegaknya agama melalui beberapa hal” Kata KH Yusuf Aman.

Pertama, ilmunya, islam bertahan eksistensinya, tidak lain karena jerih payah dan pengorbanan para ulama yang teguh dengan ketawadhuan dan perjuangannya dalam mempertahankan tegaknya agama ini, karena bangsa indonesia bisa merdeka tidak lain karena peran para ulama yang ikut membantu mengusir penjajah dari negeri ini. Karena ilmu plah derajat seseorang diangkat oleh Allah SWT, untuk itu janganlah menjadi sapu, yang hanya digunakan saat untuk membersihkan, bukan yg dikondisikan dengan keadaan dan juga bukan yg dimanfaatkan . Jadilah ulama yg selalu mensuplai kemanfaatan keilmuan dan kesejukan, jadilah PKU sebagai agen disiplin keilmuan dan kemanfaatan lainnya.

Kedua, tegaknya agama tidak lain karena sifat adilnya para pemimpin, ulama umaro mesti bersinergi beriringan membangun masyarakat dan peradaban. Jika kedua unsur ini bersatu, insyaAllah kedamaian dan kesejahteraan senantiasa dirasakan oleh masyarakat. Ingat, Jakarta sebagai ibukota negara yang menjadi barometer bagi Indonesia, apapun yg terjadi di Jakarta, akan menjadi cerminan bagi Indonesia bahkan dunia.

Ketiga, dermawan nya para orang mampu menjadikan tatanan kehidupan masyarakat menjadi seimbang, tidak jomplang antara si kaya dan miskin, antara pejabat dan rakyat, serta terjalinnya budaya atta’awun saling menolong dan membantu satu sama lain.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

554FansLike
2,180FollowersFollow
408SubscribersSubscribe

Must Read