Beberapa kali dalam sambutanya, KH. Munahar Muchtar, Ketua Umum MUI DKI Jakarta menekankan pentingnya mengedepankan syiar dan dakwah Islam moderat (Islam wasathiyah) dalam acara Wisuda Mahasiswa PKU XV/PDU VIII dan Pengukuhan Mahasiswa/i Baru PKU XVI dan PDU IX pada 22 Januari lalu.

Hal tersebut, agaknya, untuk mengingatkan kembali para alumni signifikansi dalam mengemban visi-misi Islam yang bisa diterima semua kalangan, Islam yang mengedepankan sikap rahmat bagi semesta alam. Apalagi, ke depan, banyak sekali tantangan yang akan dihadapi para wisudawan-wati PKU-PDU. Lebih lengkap, silakan simak pidato selengkapnya di bawah ini:

 SAMBUTAN

KETUA UMUM MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) PROVINSI DKI JAKARTA

PADA ACARA WISUDA MAHASISWA PENDIDIKAN KADER ULAMA (PKU) ANGKATAN XV DAN PENDIDIKAN DASAR ULAMA (PDU) ANGKATAN VIII PLUS PENGUKUHAN MAHASISWA BARU PKU ANGKATAN XVI DAN PDU ANGKATAN IX MUI PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2019

Assalamu’alaikum wr. wb. 

Sebagai  pendahuluan  sambutan  ini, marilah  bersama-sama kita panjatkan  puji syukur kehadirat Allah SWT, karena pada hari yang sangat berbahagia ini kita memperoleh nikmat Allah SWT untuk dapat berkumpul di Balai Agung Balai Kota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam rangka melaksanakan satu kegiatan yang sangat penting bagi keluarga besar MUI Provinsi DKI Jakarta, yaitu Wisuda Mahasiswa PKU Angkatan XV dan PDU Angkatan VIII Tahun 2019, serta Pengukuhan mahasiswa baru PKU Angkatan XVI dan mahasiswa baru PDU Angkatan IX Tahun 2019.

Sehubungan dengan acara ini, perkenankan saya, atas nama Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jakarta, ingin menyampaikan dengan penuh kebanggaan hari ini ada 20 orang lulusan PKU dan 168 orang lulusan PDU MUI Provinsi DKI Jakarta,  dengan rincian sebagai berikut :

  1. Jakarta Utara :  30 orang
  2. Jakarta Pusat :  40 orang
  3. Jakarta Barat : 31 orang
  4. Jakarta Selatan :  22 orang
  5. Jakarta Timur :  45 orang

Mewakili seluruh Dewan Pimpinan dan Pengurus MUI Provinsi DKI Jakarta, saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan/wati  atas keberhasilannya menyelesaikan  tugas pembelajaran baik di PKU maupun di PDU MUI Provinsi DKI  Jakarta.  Kepada  para orang tua, orang tua asuh, Bazis DKI Jakarta selaku penyedia beasiswa, dan keluarga wisudawan/wati, saya turut bersyukur dan berbahagia. Sekali lagi, saya mengucapkan selamat atas keberhasilan mereka.

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh staf pengajar dan staf non-akademik  PKU dan PDU atas kerja keras dan kerjasamanya dalam melaksanakan tugas mendidik mahasiswa kita hingga mereka berhasil menyelesaikan studinya pada wisuda pagi yang berbahagia ini.

Hadirin yang Berbahagia,

Keberhasilan saudara-saudara wisudawan/wati dalam menyelesaikan studi di PKU dan PDU ini adalah berkat usaha dan kerja keras. Saudara-saudara telah menunjukkan usaha yang sungguh-sungguh dan berhasil melewati masa-masa sulit yang penuh tantangan dan cobaan. Saudara-saudara telah berusaha keras dan sangat gigih untuk mendapatkan pengalaman belajar dan hasil belajar yang memadai untuk membekali diri dalam menempuh kehidupan pasca studi.

Kami Dewan Pimpinan MUI Provinsi DKI Jakarta mengharapkan saudara-saudara pandai dan bijak dalam memanfaatkan pengalaman belajar dan hasil belajar itu demi keberhasilan saudara-saudari berikutnya. Saudara wisudawan/wati juga harus paham bahwa almamater Saudara beridentitas sebagai lembaga penyiapan ulama yang mengusung Syiar Dakwah Islam Moderat (Wasathiyah), berdasarkan Taujihat MUI pada Munas MUI di Surabaya beberapa waktu lalu, dimana  MUI melihat umat Islam dewasa ini dihadapkan pada munculnya kelompok yang eksklusif, intoleran, kaku/rigid, mudah mengkafirkan orang dan kelompok lain, mudah menyatakan permusuhan dan melakukan konflik, bahkan kalau perlu melakukan kekerasan terhadap sesama Muslim yang tidak sepaham. Di sisi lain muncul kelompok yang cenderung permisif dan liberal.

Kemunculan kedua kelompok tersebut terkait sekali dengan pemahaman dan gerakan transnasional yang mengembangkan pengaruhnya di Indonesia. Penyebaran paham dan gerakan transnasional tersebut meningkat karena memanfaatkan alam kebebasan dan demokrasi di Indonesia.

Kedua kelompok tersebut tergolong kelompok tatharruf yamini (kanan) dan yasari (kiri), yang bertentangan dengan wujud ideal dan tepat dalam melaksanakan ajaran Islam di Indonesia dan dunia umumnya. Pemikiran dan  paham keagamaan serta ideologi dan gerakan kedua kelompok tersebut tidak sesuai, bahkan bertentangan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dianut dan dibangun bangsa Indonesia.

Selain itu, MUI merasa perlu mewaspadai penyebaran paham dan gerakan ideologis seperti komunisme, kapitalisme, neoliberalisme dan globalisme di Tanah Air. Paham dan gerakan-gerakan ideologis ini selain tidak sesuai dengan Islam juga mengancam eksistensi Pancasila dan NKRI Keberadaan kelompok-kelompok tersebut tidak sesuai bahkan bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang dirumuskan dalam Mitsaq al-Madinah (Piagam/Konstitusi Madinah) di negara Madinah, selain juga bertentangan dengan realitas sosial bangsa Indonesia yang majemuk ditinjau dari berbagai aspek dan bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Sebagai jawaban atas berkembangnya paham dan gerakan kelompok-kelompok tersebut, Munas IX MUI bersepakat mengusung dan memperjuangkan “Islam Wasathiyah” dalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam oleh umat Muslim Indonesia dalam kehidupan keagamaan, kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan.

Islam Wasathiyah menurut MUI adalah  ajaran Islam sebagai rahmatan lil alamin, rahmat bagi segenap alam semesta. Islam Wasathiyah adalah “Islam Tengah” untuk terwujudnya umat terbaik (khairu ummah). Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan umat Islam pertengahan (wasath) dalam segala urusan agama, seperti dalam hal kenabian, syari’at dan lainnya.

Hadirin yang berbahagia,

Keberhasilan saudara-saudari wisudawan juga berkat jerih payah dan perjuangan keluarga: orang tua, isteri, suami bahkan anak-anak. Kepada para wisudawan saya berharap agar senantiasa menghargai jasa-jasa keluarga itu. Insya Allah keberhasilan yang penuh berkah akan saudara-saudara dapatkan jika saudara-saudara senantiasa menghargai jasa-jasa keluarga yang telah memberikan bantuan dan dukungan demi keberhasilan saudara. Khusus kepada para orang tua kami sampaikan terima kasih atas kepercayaan yang bapak-ibu berikan kepada kami untuk mendidik ananda di PKU dan PDU MUI ini.

Semua unsur pimpinan para dosen dan segenap Badan Pengelola ini telah memberikan layanan yang terbaik demi keberhasilan saudara-saudara. Jasa mereka telah menjadi bagian kehidupan saudara-saudara. Karena itu sangatlah arif dan bijak jika semua layanan dan jasa yang mereka berikan itu saudara terima sebagai kelengkapan hidup saudara-saudara sebagai kenangan indah yang penuh hikmah.

Lebih dari itu kami berharap agar saudara-saudari wisudawan menjadi alumni yang mampu memegang panji almamater PKU maupun PDU MUI serta senantiasa menjaga nama baik almamater. Sebagai alumni, saudara-saudara adalah bagian integral keluarga besar MUI Provinsi DKI Jakarta dalam membesarkan MUI di tengah-tengah masyarakat khususnya di Ibukota Jakarta ini.

Akhirnya kami segenap Dewan Pimpinan MUI Provinsi DKI Jakarta melepas dan mengikuti perjalanan saudara-saudara para wisudawan/wati dengan harapan dan doa semoga sukses dalam meniti karir atas hidayah rahmat dan ridha Allah Subhanahu Wata’ala. Amin.

Wassalamu’alaikum wr. wb. 

Jakarta, 22 Januari 2019

DEWAN PIMPINAN

MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI)

PROVINSI DKI JAKARTA

Ketua Umum

 KH. MUNAHAR MUCHTAR HS.

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of