MUI DKI Jakarta dukung Gerakan Nasional Penanggulangan Covid-19

on

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta menggelar Seminar Gerakan Nasional Penanggulangan Covid-19 Berbasis Fatwa MUI bagi para ulama dan tokoh Islam dari berbagai organisasi masyarakat (Ormas) Islam se-DKI Jakarta, Senin-Selasa (14-15/06), di Hotel Mercure, Menteng, Jakarta Pusat.

Kegiatan tersebut merupakan program MUI Pusat yang diselenggarakan di 34 Provinsi di Indonesia. Tujuannya untuk mensosialisasikan Fatwa-Fatwa MUI terkait Covid-19, sekaligus penguatan peran ulama dan tokoh islam dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menanggulangi pandemi covid-19 yang hingga hari ini belum juga usai.

“Acara Penanggulangan Covid-19 berbasis Fatwa MUI ini adalah acara yang skop nasional sesungguhnya, namun dilaksanakan di setiap provinsi masing-masing. Jadi acara ini dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia. Dan kebetulan hari ini giliran MUI DKI Jakarta” kata Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH. Munahar Muchtar HS. saat memberikan sambutan pada pembukaan acara tersebut, Senin (14/06).

Kiai Munahar berharap dari pelaksanaan kegiatan tersebut dapat menghasilkan sesuatu yang maslahat bagi umat dalam menanggulangi Covid-19 berbasis fatwa MUI. “Artinya penanganan covid sesuai dengan syariat islam, kalau bahasa saya. Karena fatwa itu otomatisnya tidak keluar dari syariat yang sudah ditetapkan oleh al-Quran dan as-Sunnah” lanjutnya.

Dia juga mengajak kepada peserta yang hadir untuk memberikan himbauan kepada masyarakat agar terus mendekatkan diri kepada Allah supaya pandemi covid-19 segera usai.

“Perlu kita tanamkan ke masyarakat bahwa covid ini merupakan makhluk Allah, maka kita justru harus mendekatkan diri kepada Allah. (Sebab) Bagaimana covid ini hilang, itu adalah ketentuan Allah” imbuhnya

Sementara itu, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia KH. Abdullah Jaidi menyebutkan 3 fungsi MUI. Pertama, sebagai khadim al-ummah (pelayan ummah), yaitu memberikan pelayanan berupa bimbingan kagamaan, petunjuk (irsyadat), memberi solusi (istijabiyyah), dan membangun kebersamaan (ta’awuniyyah).

“Artinya, bahwa kalau nanti disosialisasikan berkenaan dengan fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia berkaitan dengan covid-19, tujuan kita sebagai ulama, yaitu pewaris para nabi, kita bertugas menyelamatkan umat” ungkapnya.

Kedua, sebagai shadiqul hukumah (kawan pemerintah). Yaitu kawan yang kritis bagi pemerintah dan memberikan dukungan juga apresiasi yang baik. “Kalau kebijakan (pemerintah) itu baik untuk kepentingan umat dan bangsa, maka serta merta majelis ulama ini mendukung kebijakan itu dan membantu mensosialisasikan kepada masyarakat” ujar Kiai Jaidi.

Dan ketiga, sebagai himayah wa ri’ayah al-ummah (melindungi dan menjaga umat). Yaitu melindungi umat aqidah yang sesat, aliran yang menyimpang, mu’amalah yang tidak syar’i, makanan yang tidak halal, informasi yang tidak benar, dan terjatuh ke dalam kemudharatan.

“Kehidupan kita saat ini sudah dikelilingi oleh (berita hoaks) media sosial, (yaitu) hal-hal yang berkaitan dengan corona, dan umat ini banyak termakan dengan isu-isu itu. Sehingga kita harus mengingatkan kepada umat jika ada informasi-informasi yang meragukan, maka bertanyalah kepada ahlinya” pungkasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 35 ulama dan tokoh agama yang terdiri dari unsur MUI DKI Jakarta, pengurus MUI Kota/Kabupaten se-DKI Jakarta, dan Ormas-Ormas Islam di Provinsi DKI Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

554FansLike
2,381FollowersFollow
427SubscribersSubscribe

Must Read

Zikir dengan alat Tasbih, Bagaimana Hukumnya? – Majelis Ulama Indonesia

0
Makassar, muisulsel.com – Allah Swt berfirman dalam Alquran Aqimissholata Lidzikri  yg artinya Dirikanlah salat untuk mengingat kepadaku, dengan kata lain bahwa esensi dari seluruh...