13177116_10201876881879729_7716986602302790658_n
Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat bersama MUI se-DKI Jakarta, Ikatan Alumni UI (Iluni) dan Ikatan Alumni HMI UI bersilaturahim dengan warga Kampung Akuarium Luar Batang dan Pasar Ikan.
Salah satu warga Kampung Akuarium, Ibu Upik sempat menuturkan perlakukan yang mereka peroleh sebelum dan saat penggusuran.
Ibu Upik mengatakan, tiga bulan sebelum penggusuran dilakukan, air bersih telah dimatikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga kini.
Hampir tiga bulan sejak air dimatikan, ada staf kelurahan Kampung Akuarium datang untuk meminta KTP dan kartu keluarga (KK) dengan dalih lakukan pendataan.
“Dua hari setelahnya muncul Surat Peringatan dari Kelurahan yang meminta warga segera mengosongkan daerah dalam waktu 7×24 Jam,” kata Ibu Upik saat silaturahmi, Selasa (10/5/2016)
Setelah ada surat itu, Ibu Upik dan warga mendatangi Lurah dan Camat untuk meminta penangguhan sampai setelah waktu ujian anak selesai dan setelah lebaran. 
13173923_10201876881239713_5375311572366992871_n
“Saat itu Camat memberikan izin.‎ Namun, belum sampai 7×24 jam datang SP 2,” kata Ibu Upik.
Tepat pada tanggal 10 April mulai berdatangan Tentara, Polisi dan Satpol PP menggusur habis wilayah Kampung Akuarium.
Ibu Upik menuturkan, jika tak sedikit anak anak terinjak dalam proses ini.
MUI melalui Komisi Hukum dan Perundang-undangan akan mengadvokasi agar Masjid Luar Batang tetap terjaga eksistensinya.
MUI juga akan berusaha agar masyarakat sekitar tidak digusur dan perjuangkan hak-hak masyarakat Pasar Ikan dan Kampung Akuarium.
Teks : Firman/Foto : Nanda

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of