Di dalam  Al Qur’an, terdapat kurang lebih 750 ayat rujukan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan sementara tidak ada agama atau kebudayaan lain yang menegaskan dengan begitu tegas akan kepentingan ilmu dalam kehidupan manusia. Ini membuktikan bahwa betapa tingginya kedudukan sains dan ilmu pengetauan dalam  Al Qur’an (Islam).  Al Qur’an selalu memerintahkan kepada manusia untuk mendayagunakan potensi akal, pengamatan , pendengaran, semaksimal mungkin..

Al Qur’an kemudian menjadi kitab suci bagi umat Islam, rujukan utama bagi segala rujukan, sumber dari segala sumber, basis bagi segala sains dan ilmu pengetuhan, ySejauh mana keabsahan ilmu harus diukur standarnya adalah  Al Qur’an. Ia adalah buku induk ilmu pengethuan, di mana tidak ada satu perkara apapun yang terlewatkan, semuanya telah tercakup di dalamnya yang mengatur berbagai asfek kehidupan manusia, baik yang berhubungan dengan Allah (Hablum minallah); sesama manusia (Hablum minannas); alam, lingkungan, ilmu akidah, ilmu sosial, ilmu alam, ilmu emperis, ilmu agama, umum dan sebgaianya.(Q.S.  Al An’am [6]: 38). Lebih lanjut Achmad Baiquni mengatakan, “sebenarnya segala ilmu yang diperlukan manusia itu tersedia di dalam  Al Qur’an”. Dengan kata lain,  Al Qur`an merupakan sumber peradaban Islam.

Sejarah telah mencatat dan mengakui bahwa Islam merupakan satu-satunya agama di dunia yang  yang sangat (bahkan paling) empatik dalam mendorong umatnya untuk menuntut ilmu,  membangun peradabannya, dengan  Al Qur’an sebagai sumbernya. Betapa tidak,  Al Qur’an sendiri mengandung banyak konsep-konsep sains, ilmu pengetahuan dan teknelogi serta pujian terhadap orang-orang yang berilmu. Dalam Q.S.  Al Mujadalah [58]: 11 Allah berfirman, “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat”. Peradaban Islam bahkan pernah merajai peradaban-peradaban besar lainnya. Hal ini terbukti dengan banyaknya ilmuan-ilmuan Muslim tampil kepentas dunia ilmu pengetahuan, sains dan teknelogi, seperti  Al Farabi,  Al Kindi, Ibnu Sina, Ikhwanusshafa, Ibn Miskwaih, Nasiruddin  Al Thusi, Ibn rusyd, Imam  Al Ghazali,  Al Biruni, Fakhrudin ar-Razy, Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’I, Imam Hambali dan lain-lain. Ilmu yang mereka kembangkan pun bebagai maca disiplin ilmu, bahkan meliputi segala cabang ilmu yang berkembang pada masa itu, antara lain: ilmu Filsafat, Astrnomi, Fisika, Astronomi, Astrologi, Alkemi, Kedokteran, Optik, Farmasi, Tasauf, Fiqih, Tafsir, Ilmu Kalam dan sebagainya, pada masa itu kejayaan, kemakmuran, kekuasaan dan politik berda di bawah kendali umat Islam, karena mereka meguasai sains, ilmu pengetahuan  dan teknelogi dengan menjadikan  Al Qur`an sebagai pedoman dan sumber rujukannya. (Bersambung)

Rakhmad Zailani Kiki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.