Oleh: Amar Ahmad

Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber, di tahun 2014 terjadi sejumlah bencana yang menimbulkan banyak korban jiwa. Korban yang berjatuhan bukan  hanya diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas, tetapi juga diakibatkan oleh sejumlah bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.475 bencana yang terjadi sepanjang tahun 2014. Bencana tersebut didominasi oleh banjir, puting beliung, dan tanah longsor.

Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Dody Ruswandi mengatakan bahwa bencana banjir menempati urutan pertama dari 10 jenis bencana, dengan jumlah mencapai 458 kejadian. Sedangkan urutan kedua dan ketiga berupa puting beliung sebanyak 496 kejadian dan tanah longsor sebanyak 413 kejadian.

“Dari 1.475 kejadian bencana telah menyebabkan 561 korban meninggal dan hilang. “561 Jiwa korban meninggal dan hilang akibat bencana ini lebih kecil dibandingkan dengan korban tewas pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2014 sebanyak 650 jiwa,” ujar Dody dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (30/12).

Lebih lanjut, Dody mengatakan terdapat tiga provinsi yang paling banyak dilanda bencana sepanjang 2014 yaitu Jawa Barat dengan 290 kejadian, Jawa Tengah dengan 272 kejadian, dan Jawa Timur dengan 213 kejadian. Sedangkan kabupaten dan kota yang menempati posisi lima teratas bencana masih berada di wilayah Jawa Barat.

Belum lagi kejadian mengenaskan di akhir tahun yakni kecelakaan maskapai yang cukup terkenal Air Asia pada hari ahad tanggal 28 Desember 2014, dan masih berlangsung evakuasi korbannya di awal tahun 2015 ini. Berbagai kejadian dan bencana tersebut hendaknya tidak kita sikapi dengan negatif. Segala ujian dan bencana tersebut jangan sampai kita anggap sebagai hukuman tuhan kepada manusia, yang dapat menjadikan manusia memusuhi Tuhannya.

Sebaliknya berbagai musibah dan bencana tersebut perlu disikapi dengan positif. Berbagai ujian tersebut perlu dijadikan sarana muhasabah bagi kita untuk selalu introspeksi diri. Sejauh manakah ibadah ritual dan ibadah sosial kita jalankan secara seimbang? Bagaimanapun hablun min al nas (hubungan dengan manusia) dan hablun minallah (hubungan dengan Allah) harus selalu kita sinergikan dalam berbagai aktivitas kehidupan duniawi kita.

Apabila segala yang terjadi dihadapan kita, bisa disikapi dengan baik dan positif, tentu yang muncul dalam benak kita bukan su’u al dzan (buruk sangka) terhadap ujian Allah.  Maka bersikaplah husnu al dzan (prasangka baik) terhadap segala cobaan dan ujian yang Allah berikan kepada kaum muslimin dan masyarakat Indonesia. sikapi dengan senyuman dan kebesaran hati.

Sebagai seorang mukmin sejati, tentulah kita memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi tentulah merupakan bagian dari kekuasaan dan hak prerogatif Allah (qudratullah). Segala sesuatu tentulah ada hikmah dan ibrah (pelajaran) di dalamnya. Kita harus meyakini petunjuk dan pedoman Allah SWT yang telah tertulis indah di dalam Al-Quran surah al Insyirah ayat 6, Inna ma’al ‘usri yusran,  yang dapat dimaknakan bahwa dibalik segala kesulitan yang dihadapi tentulah ada jalan kemudahan yang akan diberikan oleh Allah SWT. Jadi mari menyambut tahun baru 2015 dengan Senyuman dan Semangat Baru. Semangat meraih sesuatu yang lebih baik dan tentunya semangat untuk menjadi muslim yang lebih paripurna menuju insan kamil yang di ridhoi Allah SWT.

Wallahu a’lam bi al shawab

Jakarta, 7 Januari 2015

 

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of