Hari ini (16/04/2015), pelarangan penjualan minuman keras (miras) di minimarket-minimarket yang diamanahkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/2015 mulai berlaku. Namun di DKI Jakarta, tuntutan masyarakat, khususnya umat Islam, lebih dari itu: Pemprov. DKI Jakarta harus mencabut penyertaan sahamnya dari perusahaan miras PT. Delta Djakarta.

Walau mendapatkan kritikan, sepertinya Pemprov. DKI Jakarta tetap mendukung keberadaan perusahaan bir, PT Delta Djakarta dengan cara tidak mencabut saham Pemprov di perusahaan tersebut. Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono juga mendukung hal itu. “Lebih baik tetap jualan (bir), tetapi penjualannya diperketat. gak boleh deket permukiman,” ucap Hartono, Selasa (7/4). Lalu, sejak kapan Miras “Plat Merah” di Ibu Bukota ini ada?

Kepala Bidang Badan Usaha Milik Daerah Badan Penanaman Modal dan Promosi DKI Jakarta Riyadi menyebutkan saham Pemprov. DKI Jakarta di PT Delta Djakarta sekarang ini sebesar 26,25 persen. Jumlah itu merupakan gabungan dari 23,34 persen saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan 2,91 persen milik BP IPM Jaya, yang juga berada di bawah naungan pemerintah DKI.

Kelahiran PT. Delta Djakarta di DKI Jakarta memiliki sejarah yang panjang, seperti yang dikutip dari Tempo, yaitu sebagai berikut:

Tahun 1932: Perusahaan produsen bir ini berdiri dengan nama Archipel Brouwerij NV. Kemudian perusahaan milik pengusaha Jerman ini dibeli perusahaan Belanda, lalu berganti nama menjadi NV De Oranje Brouwerij.

Tahun 1967:Saham perusahaan bir ini diserahkan ke pemerintah DKI Jakarta berdasarkan Undang-Undang Penanaman Modal Asing Nomor 1 Tahun 1967.

Tahun 1970: Resmi menggunakan nama PT Delta Djakarta.

Tahun1984: Mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia untuk membiayai ekspansi.

Tahun 1990: Perusahaan bir asal Filipina, San Miguel, masuk ke Delta.

Tahun 1997: Fasilitas produksi bir dipindahkan, dari Jakarta Utara ke Bekasi, Jawa Barat.

Pemegang Saham PT. Delta Djakarta:
– San Miguel Malaysia (L), Private Limited: 58,33 persen
– Pemerintah DKI Jakarta: 23,34 persen
– BP IPM Jaya: 2,91 persen
– Masyarakat: 15,42 persen

Produk PT. Delta Djakarta:
– Anker Bir
– Anker Stout
– San Mig Light
– San Miguel Pale Pilsen
– Carlsberg
– Kuda Putih
– Sodaku

Dividen PT Delta Djakarta yang diterima pemerintah DKI:
– 2014 : Rp 50,448 miliar
– 2013 : Rp 48,346 miliar
– 2012 : Rp 46,244 miliar

sumber:Tempo