Dikarenakan masalah bir atau miras ini menyangkut kemashlahatan umat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta pun tidak tinggal diam.

Melalui surat bernomor 069/MUI-DKI/C/IV/2015 yang ditandatangani oleh Sekretaris Umum K.H. Zulfa Mustofa MY, MUI Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan pernyataan kepada Gubernur DKI Jakarta, Ahok, melalui surat terbuka yang dimuat koran Republika (Kamis, 9 April 2015) sebagai berikut:

Assalamu`alaikum. Wr. Wb.

Sehubungan dengan berita yang ditulis oleh Harian Republika pada Rabu, 8 April 2015 dengan Judul: DKI Pertahankan Saham Perusahaan Bir, maka dengan ini disampaikan:

  1. MUI Provinsi DKI Jakarta menyayangkan pernyataan Bapak Gubernur sebagaimana dilansir melalui Koran Republika (Rabu, April 2015-Kolom Metropol-halaman: 17), yang mengatakan bahwa “tidak ada yang salah dari produksi dan penjualan bir serta minuman berakohol……pendapatan yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk proses pembangunan (di Jakarta : red)”.
  2. MUI Provinsi DKI Jakarta sangat mendukung upaya Bapak Gubernur untuk mencari sumber pemasukan dana bagi pembangunan di wilayah Provinsi DKI Jakarta melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD), selama itu dilakukan dengan cara yang halal dan tidak bertentangan dengan syari`at Islam sebagaimana yang dianut oleh mayoritas masyarakat DKI Jakarta.
  3. Kami menyampaikan bahwa bir dan barang-barang beralkohol lainnya, dari sisi madlorot (bahaya) nya tentu lebih besar dari manfaatnya. Bir dan sejenisnya di samping dilarang dalam Agama Islam, juga bila ditinjau dari sisi kesehatan jika dikonsumsi akan mengganggu sistem tubuh seseorang, dan lebih jauh dampaknya sangat berpengaruh bagi perkembangan generasi muda.
  4. MUI Provinsi DKI Jakarta meminta kepada Bapak Gubernur mempertimbangkan untuk menarik penyertaan saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ada pada perusahaan-perusahaan yang aktifitasnya bertentangan dengan Syariat Agama Islam.

Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kerjasama Bapak, demi mengakomodir keyakinan yang dianut oleh mayoritas penduduk di DKI Jakarta dihaturkan terima kasih.

Wassalamu`alaikum. Wr. Wb. *** (RZK, dari berbagai sumber)