Salam Hangat untuk sekalian pembaca setia Majalah Info Ulama dan portal resmi MUI DKI Jakarta (www.muidkijakarta.or.id)!

Tanpa terasa waktu telah mengantar kita ke penghujung bulan dan akhir tahun 2014. Beragam kondisi, tantangan, dan dinamika hidup telah terlewati dalam serangkaian aktivitas keseharian kita. Suka duka mewarnai setiap langkah dan ayunan tangan kita untuk selalu berupaya memuliakan ajaran Islam dan kaum Muslimin (Izz al Islam wa al muslimien).

Tahun pertama kepengurusan baru MUI Provinsi DKI Jakarta Masa Khidmat 2013-2018 diawali dengan upaya terstruktur, terkait konsolidasi pengurus dan taaruf serta menjalin silaturahim lintas stakeholders (mitra) sebagai bagian dari optimalisasi peran kelembagaan di tengah dinamika masyarakat Muslim Jakarta. Sebagian pengurus MUI DKI Jakarta tersebut yang merupakan orang-orang baru, tentunya perlu beradaptasi dengan suasana baru di lingkungan MUI DKI Jakarta. Meskipun sebagian besar pengurus baru ini juga merupakan pengurus yang sudah memiliki pengalaman yang cukup panjang sebagai pengurus wilayah MUI di lingkungan DKI Jakarta atau di pekerjaannya yang selama ini digeluti dengan komisi yang diisinya.

Pertemuan demi pertemuan terus dijalin dan diselenggarakan dalam rangka eksistensi kelembagaan MUI DKI Jakarta, khususnya menjalin koordinasi dengan pengurus MUI Pusat dan wilayah, pihak Pemda DKI Jakarta, maupun dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan dan keislaman yang ada di wilayah DKI Jakarta.

Pada pertengahan tahun 2014, pencairan anggaran untuk menopang berbagai kegiatan MUI DKI Jakarta, mulai dicairkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Meskipun sebelumnya sejumlah kegiatan juga sudah sempat diselenggarakan oleh Pengurus MUI DKI Jakarta, tanpa harus menunggu dan tergantung dengan pencairan anggaran dari Pemprov DKI Jakarta. Kegiatan diselenggarakan dengan “menggandeng”sejumlah stakholder, baik dengan MUI Pusat, Ormas Islam, Pemprov DKI Jakarta, maupun pemerintah wilayah kota di lima wilayah di DKI Jakarta. Pengajian rutin menjadi gebrakan awal sebagai sarana silaturrahim antara Pengurus MUI dengan Umaro di provinsi DKI Jakarta. Program ini sangat didukung oleh Sekda pemprov DKI Jakarta, Dr.H. Saefulloh, bahkan menyiapkan rumah dinasnya dijadikan sebagai tempat pelaksanaan Pengajian rutin bulanan yang lazimnya dilaksanakan pada hari Sabtu minggu pertama setiap bulannya.

Gebrakan selanjutnya yang dilakukan MUI DKI Jakarta adalah dengan diterbitkannya kembali majalah Info Ulama dalam kemasan baru. Majalah Info Ulama dalam versi yang lebih energik dan komunikatif diterbitkan dalam empat edisi sepanjang tahun 2014. Edisi I mengetengahkan tema utama “Selamat Datang Pengurus baru MUI DKI Jakarta”, Edisi 2, mengupas tema terkait isu ter-update mengenai “ Neo-Khawarij, ISIS dan Gerakan Radikalisme Agama” yang juga menjadi perhatian dan pembahasan dari Komisi Fatwa MUI DKI Jakarta. Edisi 3, Lebih banyak membahas tentang “Dakwah di Tengah Perkembangan Teknologi”. Selanjutnya pada pekan terakhir Desember 2014, telah diterbitkan Majalah Info Ulama Edisi 4 yang mengambil Tema “Rakerda I MUI DKI Jakarta dan Tantangan ASEAN Community 2015”.

Sebagai salah satu upaya MUI DKI Jakarta untuk terus menggelorakan dakwah melalui berbagai medium, maka pada tahun 2014, dibuatlah untuk pertama kalinya website resmi MUI DKI Jakarta dengan nama situs www.muidkijakarta.or.id. Media komunikasi terbaru ini adalah karya terbaru dan inisiasi dari pengurus baru MUI DKI Jakarta masa Khidmat 2013-2018 yang belum sempat dilakukan oleh pengurus MUI DKI Jakarta sebelumnya. Pada bulan Oktober, seiring semangat Hari Raya Idul Qurban, dan Tahun Baru Islam 1436 H, portal resmi MUI DKI Jakarta pun tampil dihadapan seluruh pembaca dan pecinta media online di Indonesia, khususnya masyarakat Muslim di Jakarta.

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Komisi yang ada dalam kepengurusan MUI DKI Jakarta, dimuat dalam majalah Info Ulama dan portal resmi MUI DKI Jakarta. Dinamika dan Tantangan yang telah dilalui oleh pengurus MUI DKI Jakarta Masa Khidmat 2013-2018 tergambar sangat “terang benderang” dalam kedua media komunikasi MUI DKI Jakarta ini. Rakerda I yang menjadi forum silaturahim sekaligus forum ta’kid (penguatan) eksistensi MUI DKI Jakarta dan perencanaan program tahun 2015, menjadi catatan khusus dalam edisi Info Ulama edisi ke-4, telah memberi warna baru bagi optimalisasi kinerja MUI DKI Jakarta ke depan.

Tantangan yang harus dihadapi MUI DKI Jakarta di tahun mendatang, tidak saja terkait dengan dinamika masyarakat Muslim yang ada di Jakarta. Tetapi di tahun 2015, mau tidak mau, suka tidak suka, masyarakat Indonesia akan menjadi bahagian dari ASEAN Community (masyarakat ASEAN), bahkan menjadi bahagian masayarakat ekonomi global. Termasuk didalamnya problema keumatan tentunya akan lebih kompleks dan dinamis.

MUI DKI Jakarta sebagai sebuah institusi independen dan terdepan dalam mengawal akhlak dan moralitas masyarakat Muslim Jakarta memerlukan dukungan dan sekaligus pula harus mampu merangkul semua pihak. Dinamika masyarakat Muslim Jakarta tidak hanya butuh pendampingan (advocacy) untuk menghadirkan kesadaran bersama (collective awareness) dalam melahirkan gerakan bersama dalam memuliakan Islam di bumi Jakarta dan dalam menghadapi tantangan baru masyarakat ASEAN yang menjanjikan kebebasan dan pasar yang terbuka. MUI DKI Jakarta diharapkan selalu dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencerahan (enlightment) umat dari berbagai warna-warni isu negatif yang sarat menerpa masyarakat kita termasuk terus menjalin silaturahim dengan masyarakat Muslim ASEAN.

Upaya tiada henti dan kerja tak mengenal lelah senantiasa diperlukan untuk menjadi menjadi spirit utama seluruh pengurus MUI DKI Jakarta. Dinamika zaman dengan perkembangan teknologi yang nyaris tidak bisa dihindari dan beragam informasi (overloading information) yang juga “membanjiri” aktivitas keseharian masyarakat muslim Jakarta menjadi “rutinitas” yang tak terhindarkan MUI DKI Jakarta dalam menjalankan berbagai program dan pendekatannya.

Kemitraan demi kemitraan terus perlu dijalin dengan berbagai pihak, agar profesionalisme kinerja terus dapat ditingkatkan. Silaturahim dengan sejumlah stakeholders selama ini sebaiknya terus terpelihara dan dipelihara dengan baik. Kemitraan dengan pemerintah, berbagai ormas Islam perlu senantiasa dikembangkan ke arah yang lebih positif untuk sejumlah upaya strategis dalam pembinaan ummat yang berkesinambungan. Kemitraan dengan berbagai pihak seperti pihak swasta maupun berbagai perusahaan ataupun lembaga lainnya yang “terbuka” dalam visi dan misinya untuk dapat bersinergi dalam membimbing dan mensejahterakan masyarakat muslim Jakarta, tidak ada salahnya untuk terus dikembangkan. Selain tentunya soliditas dan solidaritas internal pengurus menjadi catatan penting yang secara terus menerus harus dipelihara.

Maju Terus MUI DKI Jakarta…umat selalu menanti kiprahmu!

(Amar Ahmad)