Kamis, 09 Oktober 2014, Komisi Fatwa MUI Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan acara Ijtima` Ulama dengan tema “Implikasi Kawin Sirri Terhadap Hukum Positif dan Solusinya” yang diselenggarakan di Hotel Gren Alia Prapatan, Jakarta Pusat. Sebagai narasumber adalah K.H. M. Noor Syuaib Munzir, S.H, M.A (Anggota Komisi Fatwa MUI DKI Jakarta), Dr. K.H. Khalilurrahman ( Ketua Pengadilan Tingga Agama DKI Jakarta), Drs. H. Mukhobar, MH (Kabid Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag DKI Jakarta), Halina Balqis (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta) dengan moderator Dr.K. H. Fuad Tohari, M.A (Sekretaris Komisi Fatwa MUI DKI Jakarta).  Ijtima` Ulama ini merupakan kali kedua yang diselenggarakan oleh Komisi Fatwa MUI DKI Jakarta pada tahun 2014 ini.

Peserta Ijtima` Ulama berasal dari MUI Pusat, MUI 5 wilayah kota dan 1 kabupaten di DKI Jakarta, ormas dan lembaga Islam di DKI Jakarta serta undangan lainnya.  Dari penjelasan narasumber disepakati bahwa sebuah pernikahan haruslah tercatat di lembaga resmi pemerintah dan memiliki akta /buku nikah, maka praktik kawin sirri tidak diperbolehkan dan harus dicegah mengingat dampak negatif yang ditimbulkannya. *** (Rakhmad Zailani Kiki)