MUIDKIJAKARTA.OR.ID, JAKARTA_ Sekarang ini, masyarakat dunia, juga Indonesia, telah memasuki era revolusi industri keempat atau revolusi industri 4.0.  Era ini ditandai dengan masifnya penggunaan Internet of Things (IoT) dalam berbagai aktivitas sehari-hari oleh kebanyakan masyarakat. Masyarakat pun mau tidak mau dikondisikan atau “dipaksa” beradaptasi dengan dunia digital sehingga dunia digital menjadi kebutuhan kehidupan sehari-hari dengan berbagai rentang usia, kanak-kanak, remaja dan dewasa. Walhasil, dunia digital kini telah menjadi bagian hiburan, selingan, bersosial, pendidikan, sampai bisnis dan perekonomian diikat dalam lingkungan tertentu yang berbasis teknologi digital dan internet.

Wujud nyata dari era industri 4.0 adalah perkembangan bentuk-bentuk pembayaran elektronik atau digital yang banyak sekali saat ini, seperti  pembayaran tol, parkir, dan belanja kebutuhan sehari-hari dengan begitu mudahnya menggunakan e-payment dalam kegiatan perkekonomian. Sementara Dalam dunia pendidikan, kita diperkenalkan dengan tumbuhnya model-model bimbingan belajar. Bahkan penguasaan materi sekolah oleh anak didik tidak lagi bersandar kepada guru semata, tetapi telah ditawarkan juga pembimbing virtual, guru virtual yang demikian kreatif dan menarik untuk membantu keberhasil para pelajar dalam pengusaan tugas-tugas sekolah dan sejenisnya.

Saat ini, peran pengajar juga telah dimasuki oleh kekuatan teknologi digital dan internet. Mudahnya masyarakat mendapatkan akses jaringan internet seperti wifi atau hotspot gratis di ruang-ruang publik seperti kafe, pertokoan, mall, bandara dan perkantoran serta semakin murah dan mudahnya mendapatkan smartphone yang mampu memanfaatkan segala keunggulan teknologi digital dalam satu genggaman yang membuat masyarakat tidak bisa lepas dari gawai dan koneksi atau jaringan internet karena banyak hal-untuk tidak mengatakan segala hal-sekarang ini digantungkan kepada gawai dan ketersambungan dengan dunia maya.

Karenanya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta memandang bahwa dikarenakan begitu besarnya pengaruh gawai dan koneksi internet dan media sosial atau medsos digital dalam kehidupan masyarakat umumnya dan umat islam khususnya, maka perlu untuk memberikan perhatian serius agar perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0 itu membawa dan memberikan hal positif bagi masyarakat dan umat islam khususnya dengan memahami apa itu revolusi industri 4.0 dan implenmentasinya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.  Dengan harapan, umat Islam dapat lebih siap untuk menghadapi perubahan kehidupan di era industri 4.0 yang bergerak sangat cepat dan membutuhkan kepandaian, keterampilan dan pondasi diri yang kokoh sehingga tidak menjadi korban dan tergerus dalam perubahan zaman tersebut. Masyarakat juga harus dibekali dengan dua pilar penting, yaitu: Pertama, pilar keagamaan yang kuat bersendikan pemahaman ilmu-ilmu keislaman yang kuat sebagai way of life di satu sisi; dan kedua, pilar kesadaran , awareness, serta kecakapan dalam penguasaan teknologi terkini di dunia digital dan internet sehingga mampu bersaingan dalam persaingan global di sisi lainnya.

Dari penjelasan di atas, kegiatan lomba inovasi media pembelajaran di sekolah menengah kejuruan (SMK) dan madrasah diniyah yang diikuti oleh berbagai sekolah dan perguruan tinggi se-Indonesia yang dilaksanakan dan bekerja sama dengan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2019 adalah bentuk nyata dari MUI Provinsi DKI jakarta dalam berkontribusi bagi umat dalam menghadapi era industri 4.0 Hal ini  sebagaimana yang disampaikan oleh Dr. H. Didi Supandi, MA, Wakil Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta dalam seminar tersebut. Sementara itu,  Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar, mengatakan bahwa MUI Provinsi DKI Jakarta  saat ini banyak diisi oleh para individu yang mempunyai talenta yang sangat baik dan mumpuni di berbagai bidang keilmuan dan keahlian dari profesor dan doktor dengan spesialisasi yang beragam sehingga sangat siap memberikan kontribusi bagi umat khususnya terkait dengan teknologi digital dan internet di era industri 4.0. Ketua Umum MUI Provnsi DKI Jakarta juga menambahkan bahwa kegiatan lomba inovasi media pembelajara yang diusung oleh Bidang Kajian dan Penelitian (Kajiliti) MUI Provinsi DKI Jakarta  telah membuktikan adanya perhatian besar MUI Provinsi DKI Jakarta dalam  memunculkan para pelaja dan sarjana Muslim yang kuat dan cakap keimanan dan keislamannya  yang bersamaan pula juga mumpuni menghasilkan karya-karya terbaik dalam teknologi modern. Tidak lupa pula Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak terutama kepada yayasan dan  UAI yang telah mendukung dan suksesnya acara tersebut. Sementara itu Pemprov DKI Jakarta yang diwakili Kepala Biro Dikmental,  Hendra Hidayat, mengapresiasi setinggi-tingginya dari lomba yang digagas oleh MUI Provinsi DKI Jakarta  ini. Menurutnya, lomba ini sebagai wujud kontribusi MUI Provinsi DKI Jakarta yang sangat luar biasa dan baru pertama kali dilaksanakan dari sejak berdirinya  MUI Provinsi DKI Jakarta.

“Sebagai mitra pemerintah daerah, MUI Provinsi DKI Jakarta telah banyak membantu tugas-tugas dan kerja pemerintah dalam memberdayakan dan meningkatkan kualitas dan kemampuan masyarakat DKI di berbagai bidang kehidupan, terutama dalam hal ini dunia pendidikan.  Karenanya pemerintah DKI akan terus mendukung, men-support lebih besar lagi kegiatan-kegiatan MUI Provnsi DKI Jakarta, “ ujar Hendra Hidayat. *** ( Naskah: Dr. Didi Supandi, Red: Kiki)