JAKARTA- Konferensi berjudul “Wasathiyah untuk Mencegah Terorisme dan Sektarianisme’ yang diselenggarakan Liga Muslim Dunia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlangsung sejak 30 Juli dan berakhir Senin, 1 Agustus 2016 melahirkan Deklarasi Lombok. Isi Deklarasi Lombok sebagai berikut:
1. Liga Muslim Dunia agar bekerja sama dengan MUI mendirikan Pusat Kajian Terorisme.
2. Membentuk komite yang mengontrol pelaksanaan rekomendasi konferensi.
3. Menyusun rencana strategis kontraterorisme di Asia.
4. Mendukung pengajaran agama yang mengukuhkan sikap moderat
5. Mengajak ulama mengarahkan pemuda dengan pemahaman yang benar tentang jihad.
6. Meluruskan metodologi dakwah sesuai konsep Islam.
7. Membentuk forum komunikasi antar lembaga Islam.
8. Membantu Muslim minoritas di bidang pendidikan.
9. Mewujudkan perbaikan terhadap kondisi umat.

Terhadap Deklarasi Lombok ini, MUI Provinsi DKI Jakarta, melalui Ketua Umumnya, K.H. Ahmad Syarifuddin Abdul Ghani, M.A, memberikan dukungan melalui pernyataannya sebagai berikut:
Bismillahirrahmanirrahim. Deklarasi Lombok sebuah upaya untuk mencegah irhabiyah, mencegah terorisme. Sebab walau bagaimana pun terorisme itu harus dicegah, harus diberantas. Apalagi, sekarang ini, Islam yang dicap sebagai terorisme sedangkan terorisme itu tidak hanya dilakukan oleh oknum orang Islam saja. Tetapi kadang-kadang orang mencapnya ke Islam. Maka, pencegahannya harus melalui berbagai upaya, seperti yang dideklarasikan oleh Liga Muslim Dunia bekerja sama dengan MUI untuk mendirikan Pusat Kajian Terorisme. Ini sangat bagus karena seperti penyakit harus diketahui penyebabnya. Bukan hanya memberantas. Jika terorisme diberantas, maka tidak akan menyelesaikan persoalan terorisme. Contoh, orang yang batuk saja, harus ditanya penyebabnya: Kenapa orang itu batuk? Begitu juga kenapa para teroris melakukan tindakan terorisme karena mereka tidak mendapatkan pemahaman Islam yang benar. Maka keberadaan Pusat Kajian Terorisme itu sangat baik dan MUI Provinsi DKI Jakarta harus dukung. MUI Provinsi DKI Jakarta akan terlibat jika dilibatkan oleh MUI Pusat. *** (RZK)