Nama lengkapnya Muhammad Khalid bin Nai`di, berasal dari Bogor dan menikah dengan perempuan asal Gondangdia. Dia lahir tahun 1874 dan wafat pada tahun 1946.

Sangat sedikit data mengenai dirinya yang dapat diperoleh. Dia lahir Karenanya, belum ditemukan catatan yang pasti mengenai guru-guru mengajinya yang paling awal, tetapi ia diketahui bermukim dan belajar di Makkah selama sebelas tahun. Guru-gurunya di Makkah antara lain Syekh Muhtar Atharid dan Syekh Umar Bajunaid.

Murid-muridnya yang menjadi ulama Betawi terkemuka adalah Guru Yakub dari Kebon Sirih, Guru Ilyas dari Cikini, Guru Mujib dari Tanah Abang, Guru Rahab dari Citayem, KH. Ma`mun Abdul Karim dari Rawa Belong, KH. Mukhtar Siddik dari Kemayoran, dan KH. Abdurrahman dari Bojong Gede, dan KH. Yahya Suhaimi yang diangkatnya menjadi mantu. Guru Khalid Wafat pada tahun 1946 di usia 72 tahun. Ia dimakamkan di Tanah Abang. Karena tempat pemakamannya akan dijadikan rumah susun Perumnas, jenajahnya kemudian dipindahkan dan dimakamkan ulang di Pekuburan Karet. ***

(Rakhmad Zailani Kiki, sumber: Genealogi Intelektual Ulama Betawi, Jakarta Islamic Centre, 2011 dan sumber lainnya)