Nama lengkap Guru Manshur adalah Muhammad Manshur bin Abdul Hamid bin Damiri bin Abdul Muhid bin Tumenggung Tjakra Jaya (Mataram, Jawa) lahir di Jakarta pada tahun 1878 dan wafat pada hari Jum`at, 2 Shafar tahun 1387H bertepatan dengan tanggal 12 Mei 1967. Guru pertamanya dalam menuntut ilmu adalah bapaknya sendiri, KH. Abdul Hamid. Setelah bapaknya meninggal, ia mengaji kepada kakak kandungnya, KH. Mahbub bin Abdul Hamid, dan kakak misannya yang bernama KH. Thabrani bin Abdul Mughni dan juga kepada Syekh Mujitaba.

Setelah dewasa, ia pergi ke Makkah, Arab Saudi. Ia berguru kepada sejumlah ulama, antara lain kepada Syekh Mukhtar Atharid Al-Bogori, Syekh Umar Bajunaid Al-Hadrami, Syekh Ali Al-Maliki, Syekh Said Al-Yamani, Syekh Umar Sumbawa, dan Syekh Mujitaba. Untuk ilmu falak, ia belajar kepada Abdurrahman Misri, ulama asal Mesir dan Ulugh Bek, ulama asal Samarkand.

Setelah empat tahun di Mekkah, ia kembali ke tanah air dan membuka majelis ta`lim, yang utama diajarkannya adalah pelajaran ilmu falak. Murid-muridnya yang kemudian menjadi ulama terkemuka di Betawi adalah KH. Abdullah Syafi`i (As-Syafi`iyyah) dan  Mu`allim KH. Abdul Rasyid Ramli (Ar-Rasyidiyyah). Kini yang meneruskan keahlian falaknya adalah KH. Fatahillah Ahmadi yang merupakan salah seorang buyutnya. Sedangkan  buyutnya yang lain yang kini dikenal oleh masyarakat sebagai da`i kondang adalah Ustadz Yusuf Manshur.

Sekembalinya ke Tanah Air, seperti guru-gurunya, Guru Manshur membuat halaqah di Masjid Jembatan Lima dan mengajar di beberapa tempat halaqah, antara lain di Kenari dan Cikini. Murid-muridnya terutama berasal dari berbagai tempat di Jakarta dan di luar Jakarta, seperti Bekasi. Semasa hidupnya, Guru Manshur telah menulis 19 (sembilan belas) kitab berbahasa Arab sebagian besar tentang ilmu falak, juga puasa, waris, dan nahwu yaitu:

  1. Sullam An-Nayrain
  2. Khulashoh Al-Jadawil
  3. Kaifiyah Al-Amal Ijtima
  4. Mizan Al-`Itidal
  5. Washilah Ath-Thulab
  6. Jadwal Dawair Al-Falakiyah
  7. Majmu` Arba` Rasail fi Mas`alah Hilal
  8. Rub`u Al-Mujayyab
  9. Mukhtashar Ijtima` An-Nairain
  10. Tajkirotun Nafi`ah fi Shihah `Amal Ash-Shaum wa Al- Fithr
  11. Tudih Al-Adillah fi Shihah Ash-Shaum wa Al-Fithr
  12. Jadwal Faraid
  13. Al-Lu`lu Al-Mankhum fi Khulashoh Mabahits Sittah `Ulum
  14. `Irobul Jurumiyah An-Nafi` Lil Mubtadi
  15. Silsilah As-Sanad Fi Ad-Din wa Ittisholuha Sayyid Al-Musalin
  16. Tashrif Al-Abwab
  17. Limatan Bina
  18. Jadwal Kiblah
  19. Jadwal aw Khut Ash-Sholah Tathbiq Amal Al-Ijitma` wa Al-Khusuf wa al Kusuf. 

 

Murid-murid Betawinya, diantaranya adalah mu`allim Rojiun Pekojan, KH. Firdaus (mendalami ilmu falak darinya dan kemudian diangkat menjadi mantu), Syekh KH. Muhadjirin Amsar Ad-Dary (Ahli Falak dari Bekasi), Mu`allim Rasyid (KH. Abdul Rasyid, Tugu Selatan, Jakarta Utara), dan Muallim KH. M. Syafi`i Hadzami, dan KH. Abdul Khoir (Krendang, Jakarta Barat).

Salah seorang cucunya, KH. Ahmadi Muhammad, menyusun kalender hisab Al-Manshuriyah dimana susunan tersebut bersumber dari hasil pemikiran Guru Manshur. Kini, kalender hisab Al-Manshuriyah masih tetap eksis dan digunakan, baik oleh murid-muridnya maupun oleh sebagian masyarakat Betawi maupun umat Islam lainnya di sekitar Jabotabek, Pandegelang, Tasikmalaya, bahkan sampai ke Malaysia. Kitab karangannya yang terkenal sampai sekarang ini adalah Sullam An-Nayrain. Kitab falak yang menjadi rujukan dan dipelajari di sebagian pesantren di tanah air, bahkan sampai di negara tetangga. Ustadz Djabir Chaidir Fadhil, muballigh Betawi yang sering diundang ke beberapa negara bagian di Malaysia, mengatakan bahwa kitab Sullam An-Nayrain sampai hari ini masih dipelajari di majelis taklim-majelis taklim di negara bagian Terengganu, Malaysia bahkan dijadikan rujukan oleh ulamanya melihat hilal untuk menentukan awal puasa, `Idul Fithri, dan 1 Dzulhijjah. Kitab Sullam An-Nayrain juga mendapat perhatian khusus dari para astronom modern untuk dipelajari. ***

(Rakhmad Zailani Kiki, Sumber: Genealogi Intelektual Ulama Betawi, Jakarta Islamic Centre, 2011)

 

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of