Di bulan Ramadhan, banyak  hadis-hadis palsu seputar Ramadhan yang disampaikan oleh para penceramah. Dikarenakan sering disampaikan, beberapa hadits palsu tersebut menjadi populer. Padahal,  hukuman bagi orang yang menyampaikan hadis palsu sangatlah berat. Rasulullah SAW bersabda:”, “Barang siapa yang sengaja berdusta atas namaku maka hendaklah ia mengambil tempat tinggalnya di neraka.” (HR. Bukhari juz 1 dan Muslim juz 1).

Di antara hadis-hadis palsu seputar Ramadhan itu adalah:

Pertama, hadis tentang keutamaan Iitikaf.

مَنِ اعْتَكَفَ عَشْرًا فِي رَمَضَانَ كَانَ كَحَجَّتَيْنِ وَعُمْرَتَيْنِ

“Barangsiapa yang beri’tikaf pada sepuluh hari (terakhir) bulan Ramadhân, maka dia seperti telah menunaikan haji dan umrah dua kali”.

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi rahimahullah dalam kitab beliau Syu’abul Imân dari Husain bin Ali bin Thâlib Radhiyallahu ‘anhuma. hadis ini Maudhû’.  (Bersambung)

(Rakhmad Zailani Kiki, dari pelbagai sumber)

 

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of