TAUSIYAH (HIMBAUAN)

MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) PROVINSI DKI JAKARTA

TENTANG

PELAKSANAAN IBADAH KURBAN TAHUN 1440 H/2019 M

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Pelaksanaan Ibadah Kurban di Provinsi DKI Jakarta tahun 2019 agar bisa berlangsung dengan baik dan tercipta suasana yang kondusif, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta meyampaikan tausiyah (himbauan), sebagai berikut:

  1. Sesuai dengan Keputusan Pemerintah Cq. Kementerian Agama RI bersama MUI, sejumlah tokoh agama, dan perwakilan negara sahabat setelah selesai melaksanakan sidang itsbat penentuan awal bulan Dzulhijah 1440 H. ditetapkan bahwa tanggal 1 Dzulhijah jatuh pada hari Jum’at Wage 2 Agustus 2019. Dengan demikian, hari Raya Idul Adha tahun 2019 ini jatuh pada hari Ahad 11 Agustus 2019.
  2. Menghimbau seluruh umat Islam pergi menuju Masjid (Mushalla, lapangan, dan lain-lain.) dengan mengambil jalan yang rutenya berbeda, dalam keadaan belum minum atau makan sesuatu, sambil mengumandangkan takbir dengan khusyu’ dan khidmat sampai sholat Idul Adha dimulai.
  3. Hendaknya sholat Id diikuti dengan baik dan dilaksanakan lebih pagi (sesaat setelah matahari terbit) untuk mempercepat pelaksanakan pemotongan hewan kurban. Setelah sholat Id, hendaknya jama’ah tetap duduk tenang untuk mendengarkan khutbah Id sampai selesai.
  4. Menghimbau umat Islam yang mampu, untuk menyembelih hewan kurban (sunnah muakkadah) berupa kambing atau sapi/kerbau, setelah selesai mendengarkan khutbah Id sampai berakhirnya hari Tasyriq yang terakhir (tanggal 13 Dzul Hijjah) sebelum terbenam matahari.
  5. Pemotongan hewan Kurban yang dilakukan dengan mewakilkan orang lain (panitia), seyogyanya disaksikan pihak pengkurban sambil membaca surat al-An’am/6:162, sekurang-kurangnya di waktu tetesan darah pertama mengalir, untuk menghayati spirit pengorbanan yang dilakukan Nabi Ibrahim alaihi al-salam atas hewan gibas yang diberikan Allah SWT sebagai pengganti puteranya, Isma’il alaihi al-salam.
  6. Daging kurban diserahkan kepada mustahiq dalam keadaan mentah, dibungkus dengan bahan yang ramah lingkungan (misalnya: besek bambu, plastik berbahan singkong, dan lain-lain) dan tetap terjamin higienitas, kebersihan, dan kesegarannya.
  7. Daging kurban hendaknya diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan dengan tetap menjaga kehormatan dirinya, baik diberikan sebagai sedekah maupun hadiah. Tidak boleh ada bagian dari hewan kurban yang dijual langsung sebelum diserahkan kepada masyarakat (misalnya: kaki, kepala, kulit, dan lain-lain), baik untuk upah juru sembelih atau untuk keperluan panitia. Biaya penyembelihan, menguliti, dan distribusi, semuanya menjadi kewajiban pihak pengkurban. Bagi pihak pengkurban (kurban sunnah/bukan kurban Nadzar) sunnah memakan sebagian daging hewan yang dikurbankan untuk mendapatkan berkah dari hewan kurban yang disembelih.
  8. Masjid, Mushalla, Ormas/lembaga Islam yang menyelenggarakan kurban, hendaknya tetap memperhatikan kesejahteraan hewan (kesrawan), mulai dari saat menurunkan hewan kurban dari kendaraan, tempat penampungan, dan saat pemotongan hewan kurban, dengan tetap memperhatikan etika terhadap hewan kurban dan pemenuhan hak-haknya (misalnya: tidak menyembelih hewan kurban di depan hewan lain). Selain itu, hendaknya Panitia kurban di Masjid, Mushalla, ormas/lembaga Islam bekerjasama dengan dinas terkait untuk memastikan kesehatan hewan kurban.
  9. Panitia kurban di Masjid, Mushalla, Ormas/Lembaga Islam yang menyelenggarakan kurban, hendaknya tetap memperhatikan kenyamanan, keindahan, kebersihan (higienitas), dan ketertiban lingkungan sebagaimana ketetapan Instruksi Gubenur No. 46 tahun 2019 (tentang: Pengendalian, Penampungan, dan Pemotongan Hewan Kurban) mulai dari: persiapan (penampungan hewan kurban), penyembelihan, pemotongan, dan setelah distribusi daging kurban kepada masyarakat.

 

Demikian himbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta. Kepada umat Islam dan semua pihak (instansi/dinas) agar melaksanakan himbauan ini, sehingga Ibadah Kurban di Provinsi DKI Jakarta tahun 2019 dapat dilaksanakan dengan baik, tercipta suasana yang kondusif, dan menjadi ibadah yang diridhai Allah SWT.

 

Jakarta, 28 Dzulqaidah 1440 H

 

31 Juli 2019 M

DEWAN PIMPINAN

MAJELIS ULAMA INDONESIA

PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

 

Ketua Umum,                                          Sekretaris Umum,

KH. Munahar Muchtar HS                        KH. Yusuf Aman, MA.

 

Catatan:

Silakan download versi pdf di sini: [pdf-TAUSIYAH MUI DKI KURBAN 2019″]