Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN, menyampaikan materi yang menarik dihadapan hampir seratus peserta di Jakarta Islamic Centre (JIC), Rabu, 29 Juni 2011, yaitu Isra Mi`raj Ditinjau dengan Sains, Direnungkan Maknanya. Materinya ini terdiri atas dua sub materi, yaitu Makna tujuh langit dan Isra’ mi’raj perjalanan keluar dimensi ruang waktu.
Untuk menjelaskan tujuh langit, ia mendasarinya dengan firman Allah swt. di dalam Q.S. Al-Mulk ayat 3 yang artinya,” Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? “ dan Q.S. Nuh ayat 15 yang artinya,”Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?”

Menurutnya, dalam konsep lama, pengertian tujuh langit adalah tujuh lapis langit. Padahal menurut konsep baru, sains terkini, pengertian tujuh langit adalah jumlah benda langit yang tak berhingga (∞). Hal ini sesuai dengan firman Allah swt. di dalam Q.S. Luqman ayat 27 yang artinya,” Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Bersambung)

(RZK, sumber: http://islamic-center.or.id)