Bicara MUI, bicara fatwa. Keduanya tidak bisa terpisahkan. Keduanya begitu lekat di memori umat Islam Indonesia. Ya, memang, sejak berdiri pada tahun 1975, ciri khas itulah yang membuat masyhur MUI [Majelis Ulama Indonesia]. Meski, sejatinya, sebagai lembaga yang mewadahi ulama, zu’ama, dan cendekiawan Islam Indonesia, MUI memiliki  peran besar dan luas; bukan sekadar mengeluarkan fatwa, tapi juga hal-ihwal lainya yang berkenaan dengan urusan umat Islam.
Kendati begitu, tidak bisa dipungkiri, porsi Komisi Fatwa merupakan jantung MUI, adalah ruhnya. Menurut penulis, sekiranya komisi satu ini hilang, sungguh tidak akan dijumpai signifikansi keberadaannya. Terlebih, sebagai lembaga pemberi fatwa yang aktivitasnya banyak disubsidi pemerintah,  MUI bertugas membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di Indonesia.
Sepanjang sejarah berdirinya– terlepas dari hasil fatwanya yang sesekali muncul pro-kontra di publik Indonesia– banyak kontribusi positif yang sudah dilakukan MUI. Dan fatwa-fatwa yang dihasilkannya adalah penanda historiknya. Problem-problem umat Islam Indonesia– entah itu datangnya dari masyarakat ataupun pemerintah Indonesia, baik itu soal akidah, ibadah, maupun mu’amalah– yang terjadi seringkali menjadi sumber MUI mengeluarkan fatwa.  Kedua buku ini adalah saksi abadinya.
Dalam buku pertama yang tebalnya hingga ribuan halaman ini tersusun rapi kompilasi fatwa-fatwa MUI sejak 1975 hingga 2014. Mulai dari fatwa-fatwa Bidang Akidah dan Aliran Keagamaan, Bidang Ibadah, Bidang Sosial dan Budaya sampai Bidang Pangan, Obat-Obatan, Kosmetika, dan Ilmu Pengetahuan-Teknologi. Semuanya bisa Anda sigi, pelajari dan kaji sendiri sesuai kebutuhan masing-masing. Selain itu, buku ini juga memuat ihwal Pedoman dan Prosedur Penetapan Fatwa MUI. Jadi, bila sebagian Anda ingin mengetahui bagaimana sebetulnya sebuah fatwa dikeluarkan lembaga MUI, Anda bisa mempelajarinya di buku ini. Tak hanya itu, buku ini juga memuat sejumlah Ijtima’ Ulama se-Indonesia tentang pelbagai isu-isu kebangsaan.
photo (3)
Sementara pada buku kedua, sesuai judulnya: Himpunan Fatwa MUI Bidang Ibadah, lebih fokus menyuguhkan kompilasi fatwa-fatwa seputar ibadah. Sepertinya, pihak penerbit  yang bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia ini sengaja memecahnya menjadi buku tersendiri dari buku pertama untuk memudahkan pembaca menggunakanya
Meski sebuah fatwa bersifat tidak mengikat, kehadiran kedua buku ini terasa penting bagi umat Islam Indonesia. Pertama, para ulama yang terhimpun di dalam MUI berusaha mengerahkan segenap pemikiran hukum Islamnya berdasarkan rujukan kitab-kitab klasik terpercaya dan sumber-sumber lainya yang dibutuhkan. Kedua, para ulama yang bernaung di MUI setidaknya sudah beikhtiar membimbing dan melayani kebutuhan-kebutuhan umat Islam Indonesia. Ketiga, fatwa-fatwa MUI yang dikompilasi ini dapat menjadi rujukan siapa pun dan dari kalangan manapun sesuai kebutuhan masing-masing.  [Muaz]
                                   Keterangan Buku-Buku
 
Judul                            : Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Sejak 1975 [Edisi Terbaru]
Penyusun                     : K.H. Ma’ruf Amin, Drs. H. M. Ichwan Sam, Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, Prof. DR. H. Hasanuddin AF, MA, Dr. H. Hasanudn, M. Ag, Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA
Editor                          : Hijrah Saputra, S. Hum, Andriansyah, S. Th.I, Adhika Prasetya K, S.Sos, MM.
Penerbit                      : Emir, Penerbit Erlangga.
Terbit                           : 2015
Tebal                           : 1288 halaman
 
Judul                            : Himpunan Fatwa MUI Bidang Ibadah
Penyusun                     : K.H. Ma’ruf Amin, Drs. H. M. Ichwan Sam, Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, Prof. DR. H. Hasanuddin AF, MA, Dr. H. Hasanudn, M. Ag, Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA
Editor                          : Izmir Azlan, S.Hum, Hijrah Saputra, S. Hum, Adhika Prasetya K, S.Sos, MM.
Penerbit                      : Emir, Penerbit Erlangga.
Terbit                           : 2015
Tebal                           : 249 halaman
 
 
 
 
 

Baca Berita Lainnya :   Fatwa Seputar Penetapan Awal Ramadhan, Idul Fitri Dan Idul Adha
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
ijul
ijul
21/07/2016 4:24 pm

salaam. apakah dalam himpunan fatwa MUI sejak 1975 tersebut ada yang menyangkut soal politik yang saat ini telah dijadikan taktik oleh musuh islam????! apakah tidak ada dalil dari al-Qur’an & al-Hadits yang melarang atau membolehkan ummat untuk memilih, mengambil, mengangkat, mendukung, pemimpin non muslim.???………….. klo Allah & Rasulullah melarang maka keluarkan fatwa disetiap masjid dan majlis >haraaaam bagi seorang muslim memilih pemimpin non muslim> kasihan ummat… beri mereka fatwa dalam berpolitik. ‘afwan..