Kesadaran umat Islam akan produk-produk halal, terutama sekali yang tinggal di kota-kota besar seperti DKI Jakarta, agaknya kian meningkat. Munculnya kasus-kasus makanan, minuman,  atau perlengkapan kosmetik  yang tidak sesuai hukum Islam di sejumlah media membuat masyarakat semakin aware pentingnya produk-produk halal. Tak aneh, bila permintaan produk-produk halal pun semakin besar dan diminati.

Berhadapan dengan kondisi demikian, LPPOM MUI DKI Jakarta, Komisi Ekonomi dan Komisi Infokom MUI DKI Jakarta bersama Dinas Pariwisata se-DKI Jakarta akan menyelenggarakan program Destinasi Wisata Halal Jakarta pada bulan November 2016 mendatang. Kegiatan ini nantinya akan membentuk zona-zona wisata halal di enam wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Melalui program ini, ada tiga tujuan penting yang ingin dicapai. Pertama, dapat mengedukasi umat agar mengkonsumsi produk-produk yang halal; kedua,  dapat menyadarkan para pedagang atau pebisnis ihwal produk-produk yang terjamin kehalalanya, serta ketiga, bisa mempromosikan kawasan destinasi wisata halal di ibukota Jakarta.

Para penggagas dan pelaksana berharap, bila kegiatan ini sukses, maka akan menjadi proyek percontohan zona destinasi wisata halal di provinsi-provinsi lainnya. Lebih-lebih, program ini selaras dan sejalan dengan agenda pemerintah Indonesia sendiri, yang melalui  Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementrian Perindustrian (Kemenperin)-nya, Imam Haryono– sebagaimana dilansir laman kemenperin.go.id—pernah mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan regulasi Zona Industri Halal bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia. [mz]