Tidak ada data yang jelas mengenai tanggal lahir dari sosok ulama Betawi asal Duri Kosambi ini yang nama lengkapnya adalah KH. Muhammad Najihun bin H. Hud bin Baman. Hanya diketahui bahwa ia lahir sekitar tahun 1897 dari pasangan H. Hud bin Baman dan Aisyah binti H. Muhammad Zen. Ia wafat pada tahun 1984 pada usia 87 tahun dan dikuburkan di samping rumah anaknya, KH. Abdul Mubin, HM, Jalan Duri Kosambi Raya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Ia mendapat pengajaran agama untuk pertama kalinya dari bapaknya sendiri, H. Hud. Kemudian ia mengaji kepada Guru Abdul Majid Pekojan, KH. Usman Perak, dan Guru Zen Basmol. Pada tahun 1912, di usianya yang masih muda, 15 tahun ia pergi menunaikan ibadah haji. Tidak diketahui apakah selama di tanah suci ia mengaji kepada ulama di sana? Namun, sepulangnya dari tanah air, ia tetap mengaji kepada ulama yang disebutkan di atas.

Setelah merampungkan ngajinya, ia mengajar di beberapa tempat. Bidang studi yang diajarkannya adalah tafsir, nahwu, balaghah, tauhid, mantiq, dan sajak (Ar-Rud). Ia sangat ahli di bidang Ar-Rud sehingga ia dikenal dengan nama KH. Muhammad Ar-Rud. Murid-muridnya yang kemudian menjadi ulama Betawi terkemuka adalah Guru Ma`mun, Rawa Buaya; KH. Ali, Duri Kosambi; KH. Ahmad Zaini, Tanah Koja; KH. Arsyad, Duri Kosambi; KH. Asirun, Duri Kosambi (bapak dari KH. Mahfudz Asirun An-Nadawy, pengasuh Jami`yyah Majalis Al Ilmi Al Ittihad dan Pondok Pesantren Al-Itqon, Jakarta Barat); KH. Abdul Hamid, Duri Kosambi yang dipilihnya menjadi mantu; KH. Muhammad Zen, putranya yang kini tinggal di Bekasi; KH. Ahmad Baedlawi, Karang Mulya, Tangerang; KH. Ahmad Seruji, Karang Tengah, Tangerang; KH. Marhali; KH. Hamim, Karang Mulya, Tangerang yang kini tinggal di Makkah, Saudi Arabia; dan KH. Nursaid, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Tidak ada karya tulis yang ia buat. Tetapi,. Ia mendirikan dan memimpin Madrasah Diniyah Al-Fajri. Madrasah ini kemudian diteruskan oleh anaknya, KH. Abdul Mubin, HM, dengan nama Ad-Da`wah yang berbadan hukum yayasan. Kini, Yayasan Ad-Da`wah memiliki lembaga pendidikan berupa Madrasah Ibtidaiyyah, Madrasah Tsanawiyah, SLTP dan SMK.  ***

(Rakhmad Zailani Kiki, sumber: Genealogi Intelektual Ulama Betawi, Jakarta Islamic Centre, 2011)

 

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of