JAKARTA- Dunia pendidikan digemparkan dengan beredarnya buku yang berjudul “Progam Pelajar Jakarta Berkarakter” yang diterbitkan olehYayasan AlKahfi Jakarta bekerjasama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta . Buku ini dinilai oleh pihak-pihak yang menyoalkan sebagai buku propaganda atheis.

Terlepas dari polemik isi buku tersebut, salah atau benar, yang jelas, nama MUI Provinsi DKI Jakarta sempat terseret dalam kasus ini. Ini bermula dari tanggapan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta, Arie Budhiman, seperti yang dilansir oleh Liputan6.com,yang mengatakan,”Intinya bukunya itu tidak sama sekali bertentangan dengan ajaran agama. Apalagi pembina yayasan Al Kahfi itu kan orang MUI juga. Jadi sudah di-endorse sama MUI.”

MUI yang dimaksud Arie Budhiman adalah MUI Provinsi DKI Jakarta. Dikarenakan di dalam buku ini terdapat kata sambutan dari DR. Samsul Ma’arif, MA yang menuliskan jabatannya sebagai Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU dan Sekjen MUI DKI Jakarta, yang juga merupakan Dewan Penasehat Yayasan Al Kahfi Jakarta.

Sekretaris Umum MUI Provinsi DKI Jakarta, KH. Zulfa Mustofa telah mengirimkan SMS kepada Arie Budhiman sebagai bentuk klarifikasi yang intinya bahwa MUI Provinsi DKI Jakarta tidak pernah memberikan endrosment atau pun rekomendasi terhadap buku terbitan Yayasan AlKahfi Jakarta tersebut.

Mendapat SMS tersebut, Arie Budhiman membalasnya dengan SMS permohonan maafnya kepada KH. Zulfa Mustofa yang mewakili MUI Provinsi DKI Jakarta. Pada hari Kamis, 3 September 2015, Arie Budhiman mengirimkan surat resmi permohonan maaf atas nama pribadi dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta kepada Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta dengan Nomor Surat 6132/-1.851 atas persoalan buku terbitan Yayasan Alkahfi tersebut yang terkait dengan eksistensi MUI Provinsi DKI Jakarta (Isi surat pada foto).

Menanggapi permohonan resmi Kadisdik DKI Jakarta tersebut, KH. Zulfa Mustafa sebagai Sekum MUI Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa jika sudah memohon maaf ya sudah dimaafkan. MUI DKI Jakarta hanya minta klarifikasi dan agar tidak dibawa-bawa dalam kasus buku Yayasan Alkahfi Jakarta tersebut. *** (Rakhmad Zailani Kiki)

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of