Dalam konteks Ibukota Jakarta yang penduduknya majemuk dalam aspek apa pun; agama, keyakinan, suku, ras, dan lain-lainnya, kontribusi para tokoh agama itu tidak bisa dinafikan. Posisi ini sangat berperan memberi pencerahan dan pengarahan agar warga Jakarta hidup rukun dan harmonis dalam Negara Kesatuaan Republik Indonesia. Lebih-lebih, isu-isu yang berkembang di Jakarta kerapkali menjadi kabar nasional, bahkan internasional.

Menimbang fenomena tersebut tak aneh dibutuhkan kerjasama dan koeksistensi lintas agama agar bisa hidup damai dan toleran dalam menjaga Jakarta dari segala mudarat dan mafsadat apa pun yang bisa meronngrong persatuan dan kesatuan bangsa. Bertolak pada misi demikianlah pada 17 April 2018 lalu,  terjalin silaturahmi antar Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta.

Bertempat di kantor MUI DKI Jakarta yang seatap dengan Jakarta Islamic Centre, Jakarta Utara, Ketua Umum dan Sekretaris Umum MUI Provinsi DKI Jakarta, KH. A. Syarifuddin Abdul Gani, MA dan KH. Zulfa Mustofa  beserta sejumlah pengurus lainnya menerima kunjungan perwakilan Keuskupan Agung Jakarta. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Romo Samuel Pangestu (Vikjend-Vikaris Jenderal), Romo Antonius Suyadi Pr (Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan [HAAK])  KAJ, Frans Dwikoco (Kabid HAAK) plus 6 orang pengurus lainnya.

Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 pagi tersebut membincang beberapa poin penting antar ke dua lembaga keagamaan. Salah satunya rencana mengadakan kegiatan bersama serta menjalin kerjasama dalam ranah pendidikan, sosial, dan budaya. Untuk itu, selepas kunjungan para romo dari Keusukupan Agung Jakarta ini, para pengurus MUI DKI Jakarta berniat akan mengadakan kunjungan balasan.  (mz/foto:  dok.muidkijakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.