KH Munahar Muchtar Saat Menjadi Narasumber Di Rakerda MUI Medan

KH Munahar Muchtar HS, Ketua Umum MUI Prov. DKI Jakarta diundang untuk menjadi narasumber Rapat Kerja Daerah IV MUI Prov. Sumatera Utara. Rakerda itu mengambil tema “Meneguhkan Islam Wasathiyah Mewujudkan Sumatera Utara Yang Maju dan Bermartabat”.
Rakerda IV MUI Sumut yang dirangkaikan dengan Silaturrahim Ulama Regional dan Ulama Asia Tenggara itu berlangsung di Asrama Haji Medan, 23-25 Shafar 1441 H yang bertepatan dengan 22-24 Oktober 2019.
KH Munahar diminta untuk memberikan paparan tantang pengamalan wisata halal di Prov. DKI Jakarta. Menurutnya, ada 9 s/d 12 potensi destinasi pariwisata halal di Jakarta, diantaranta Ancol, TMII, Kota Tua, Sarinah, Setu Babakan, Pulau Seribu, dan Kawasan Kuliner Raden Saleh.
Saat ini posisi pariwisata halal di DKI berada pada peringkat ke 4 setelah Lombok (NTB), Aceh, Riau dan Kepri, namun bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Pemda DKI, Bidang Ekonomi MUI DKI, LPPOM dan bidang-bidang lain di bawah MUI DKI Jakarta, KH Munahar optimis bahwa peringkat itu akan segera naik.
Alasannya, MUI DKI memiliki modal untuk menaikkan peringkat .
“MUI DKI Jakarta baru saja menerima sertifikat ISO 9001:2015, dan ini merupakan MUI Provinsi pertama yang menerima sertifikat ISO. Pada Rakernas MUI Pusat yang lalu di Lombok, MUI DKI menjadi MUI Provinsi terbaik dalam bidang kelembagaan, dan mendapat nilai A untuk keseluruhan penilaian dari MUI Pusat, naik dari peringkat sebelumnya D. Inilah yang akan menjadi modal untuk menaikkan peringkat pariwisata halal di Jakarta”, ujarnya.
Upaya-upaya yang sudah dilakukan adalah membuat Kawasan Halal Fair, road-show ke seluruh walikota di wilayah Jakarta, kunjungan langsung ke para pengusaha restoran, mengunjungi pusat-pusat kuliner di Jakarta, dan membuat promosi baik elektronik maupun digital.
“Selain itu, MUI DKI juga mempunyai agenda tahunan yang disebut Jakarta Islamic Festival atau JIFest. Dalam festival yang berlangsung beberapa hari tersebut diadakan bazaar kuliner, berbagai hiburan religi dan berbagai seminar.”
“Beberapa kedutaan negara sahabat, termasuk Saudi, Amerika, Australia hadir dalam JIFest yang lalu. Ini seharusnya dimasukkan dalam kriteria penilaian peringkat posisi pariwisata halal sehingga Jakarta tidak lagi berada di posisi ke 4.” Katanya.
Selain Ketum MUI DKI, yang diundang untuk juga menjadi narasumber wisata halal adalah Ketum MUI Prov. NTB dan Ketua Bidang Pariwisata dan Budaya MUI Prov. Bali.
Dalam undangan ke Rakerda Sumut itu KH Munahar didampingi oleh Wakil Direktur LPPOM MUI DKI DR. Ir. H. Teddy Suratmadji, M.Sc. dan Sekretaris Bidang Fatwa DR. KH Fuad Tohari yang kemudian mengikuti acara Silaturrahim Ulama Regional dan Asia Tenggara.
(ts)