Ketum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar hadiri Mudzakarroh Ulama MUI Kota Jakarta Utara

JAKARTA – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta KH Munahar Muchtar menghadiri Mudzakaroh Alim Ulama di Balai Yos Sudarso yang digelar oleh MUI Kota Jakarta Utara, Sabtu – Minggu (28-29/9/2019).

Dalam acara itu, Kyai Munahar mengatakan, jika kondisi kekiniaan, banyak yang memfatwakan soal hukum, tapi tidak memahami soal itu lebih jauh hingga ini bisa membuat Agama justru menjadi rusak.

Kyai Munahar menegaskan jika Ulama itu harus punya komitmen tinggi untuk kepentingan Ummat. Ulama harusnya diposisikan seperti Zaman Rsullah Nabi Muhammad SAW, dimana Ulama dipanuti dan memimpin dan negara menjadi aman, berkah dan sejahtera.

“Olehnya, MUI DKI Jakarta dan MUI Kabupaten/Kota untuk selalu menggelar Mudzakaroh dengan para para Umaro’ karena jika Ulama dan Umaro’ bersatu maka negara akan sejahtera,” kata Kyai Munahar.

Namun, kata Kyai Munahar, urusan Agama itu menjadi urusan Ulama, Umaro’ sebaiknya tidak perlu terlalu jauh mencampuri. Ia mencontohkan soal fatwa produk halal.

Fatwa Halal ini, kata Kyai Munahar, ini jadi tanggung jawab MUI tapi ditarik-tarik oleh Pemerintah untuk mengambil alih. Jadi biarkan urusan Agama menjadi bagian Ulama.

Kyai Munahar juga menyampaikan jika MUI DKI Jakarta melalui Bidang Pengkajian dan Penelitian (Kajiliti) tengah mengembangkan sebuah gelang untuk deteksi Jamaah Haji DKI Jakarta.

“Insya Allah jika telah selesai, tahun depan Jamaah Haji DKI Jakarta punya gelang yang bisa deteksi keberadaan Jamaah haji itu,” kata Kyai Munahar.

Jadi, kata Kyai Munahar, jika Jamaah Haji itu tersesat, tinggal menekan sebuah tombol untuk mendeteksi keberadaa yang akan memudahkan proses penjemputan.