Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar (MUI/Deden Edi)

Jakarta – Majelis Ulama Provinsi DKI Jakarta menggelar Sarasehan Kebangsaan di Aula H Djailani Jakarta Islamic Centre, Rabu (11/12/2019) dengan hadirkan pembicara Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Prof Dr KH Dede Rosyada dan Komisaris Besar Polisi Umardhani dari Binmas Polda Metro Jaya.
“Islam adalah agama yang selalu menbawa manfaat bagi semua mahluk. Dalam islam kita diajarkan untuk tidak berlebih-lebihan dalam menyikapi sesuatu,” kata KH MUnahar dalam sarasehan yang bertema Membangun Kesadaran Umat Dalam Melawan Radikalisme dan Terorisme.
Lebih jauh dikatakan KH Munahar, Islam ini agama yang wasthiyah atau pertengahan. Umat Islam akan menjadi saksi umat-umat yang lain dan Rasul yang akan menjadi saksi untuk Ummat. Islam sebagai agama yang membawa keadilan.
KH Munahar mengatakan, kalimat radikal terlalu banyak ditunjukkan umat Islam. Padahal yang namanya radikal tergantung tempatnya, contoh menjaga nilai yang hak dan bathil, bukan radikalisme tapi dia memiliki prinsip.
“Islam tanpa prinsip, Islam bisa hancur. Islam bukan ajaran kekerasan. Contohnya saja umat Islam diajarkan tidak boleh menyakiti binatang, bagaimana dengan manusia,” kata KH Munahar.
Salah seorang sahabat, Hisyam bin Hisas, suatu hari lewati satu perkampungan. Ia melihat sekelompok orang mereka berdiri ditengah-tengah terik matahari. Setelah ditanya oleh Hisyam, alasan mereka dihukum karena tidak membayar upeti kepada tuannya
Kemudian ia teringat bahwa Rasulullah pernah bersabda, bahwa Allah akan menyakiti orang-orang yang menyiksa orang lain didunia dan orang-orang yang menyakiti diri sendiri
“Makna radikal ini kemudian dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu yang mempunyai kepentingan, mereka yang tidak memahami agama secara kaffah dan mendapatkan tekanan politik,” kata Mantan Ketua MUI Kota Jakarta Barat ini.
Kembali kepada tuduhan, umat Islam dianggap sebagai tokoh radikalisme yang kemudian diartikan negatif, maka semua umat harus coba mengkaji ulang, bahwasannya kemerdekaan Indonesia adalah perjuangan penuh umat Islam.
“Harus dikaji kembali pemaknaan kata Radikalisme dan standarisasi yang jelas,” tandas Kyai Munahar.
Sarasehan ini dihadiri oleh Sekretaris Umum MUI DKI jakarta KH Yusuf Aman, Perwakilan MUI se-DKI Jakarta, Pengurus FKUB se-DKI Jakarta dan Organisasi Masyarakat Islam.

Baca Berita Lainnya :   Fatwa Hukum Shalat Jum’at Dua Shift