Juara Pertama Lomba Kaligrafi di Jakarta Islamic Festival 2019 Kusna Sanjaya (Foto: Tim Magang)

JAKARTA – Lomba Kaligrafi di Jakarta Islamic Festival (JIFEST) 2019 akhirnya berhasil dapatkan pemenang, yaitu Kusna Sanjaya, pengajar seni rupa di Al Kautsar Boarding School Sukabumi, adalah alumni UIN Jakarta konsentrasi Filsafat Ushuluddin.

Kusna mulai geluti seni kaligrafi sejak belajar di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. Saat itu usia Kusna masih 17 Tahun.

Mengkisahkan awal ketertarikannya di Dunia kaligrafi, karena di pondoknya ada komunitas AKLAM (Asosiasi Kaligrafer Darussalam) yang khusus beranggotakan para santri.

“Saya merasa bahagia keluar sebagai pemenang, walau tidak membayangkan akan keluar sebagai juara satu, mengingat peserta lomba lainnya pun memiliki kemampuan kaligrafi yang juga bagus, ditambah motivasi saya ikut lomba juga bukan ingin juara, tapi sudah lama ingin berkumpul dengan para Kaligrafer khususnya yang tinggal di DKI Jakarta,” kata Kusna.

Selain mengajar, Kusna sekarang melibatkan kegiatan dirinya di sebuah komunitas terbatas yang disebut SANGKAKALA (Sanggar Seni Kalam Agung). Sebuah  komunitas yang hanya beranggotakan tiga orang yang sama sama alumni satu almamater Pondok Gontor.

Motivasi dibentuknya komunitas ini untuk berkarya bareng secara berkesinambungan. Kegiatan komunitas ini sekarang lebih kepada mengunjungi lembaga lain semacam Studi banding dan beberapa kegiatan yang lebih memfokuskan kepada pengembangan hobi semata.

Tetapi Kusna menjelaskan, bahwa kedepan komunitasnya ini mulai fokus kepada produksi kaligrafi yang selain bernilai islami tinggi juga mampu memenuhi harapan masyarakat muslim yang gemar dirumahnya memajang kaligrafi.

Kusna berharap MUI DKI Jakarta, kiranya terus memberikan peluang-peluang yang lebih banyak lagi kegiatan festival kaligrafi, selain untuk mencari bibit-bibit baru, juga menjadi sarana silaturahmi para Kaligrafer.

“Semoga MUI minimal menyelenggarakan agenda ini dua kali dalam setahun, agar para Kaligrafer lebih sering lagi bertemu,” harapnya.

Reporter: Dipo KI dan Tim Magang

Editor: Firman Qusnulyakin