Bom bunuh diri terjadi di dekat Masjid Nabawi, Madinah pada Senin (4/7/2016) sore jelang berbuka puasa. Dalam insiden bom bunuh diri ini, berdasarkan keterangan pemerintah Arab Saudi, ada empat orang yang semuanya berasal dari askar pasukan keamanan Arab Saudi. Serta lima lainnya luka-luka.

Bom bunuh diri di dekat Masjid Nabawi, Madinah pada Senin sore jelang berbuka puasa (4/7/2016) adalah bentuk teror bagi penduduk Madinah. Sejak ribuan tahun lalu, semasa  Rasulullah SAW masih hidup, beliau sudah mengecam bagi para teroris yang melakukan aksi terornya kepada penduduk Madinah.  Dari Sa`ib bin Khallad sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:“Barang siapa yang menakut-nakuti penduduk Madinah, niscaya Allah menjadikannya takut dan dia mendapatkan laknat Allah, malaikat dan manusia semuanya. Allah tidak menerima tobat maupun tebusan darinya pada hari kiamat.” (HR Imam Ahmad).

Di hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,“Tiada seorang pun yang melakukan tipu daya (kejahatan) kepada penduduk Madinah melainkan dia akan lebur sebagaimana leburnya garam di dalam air.” (HR Imam Bukhari).

Di hadits lainnya yang senada, Rasulullah SAW bersabda,“Tiada seorang pun yang menghendaki kepada ahli (penduduk) Madinah dengan keburukan melainkan Allah akan meleburkannya dalam neraka sebagaimana leburnya timah, atau leburnya garam dalam air.” (HR Imam Muslim)

Hadits dari Jabir bin Abdullah. Salah seorang pemimpin jahat datang ke Madinah, ketika itu Jabir telah buta maka dikatakan kepadanya,”Sebaiknya engkau menyingkir darinya.”

Jabir lantas berjalan dengan dipapah kedua anaknya sehingga dia disandarkan, kemudian dia berkata,”Celakalah orang yang menteror Rasulullah SAW!”

Lalu, kedua anaknya atau salah satu dari keduanya berkata,”Wahai ayahku, bagaimana dia bisa menteror Rasulullah SAW padahal beliau telah meninggal?”

Dia (Jabir bin Abdullah r.a) menjawab,”Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda,” Barang siapa yang menteror penduduk Madinah, berarti dia telah menakut-nakuti sesuatu yang berada di antara kedua rusukku (qalbuku).” (HR Imam Ahmad). ***

(Rakhmad Zailani Kiki, dari pelbagai sumber. Fhoto: id.wikipedia.org)