MUIDKIJAKARTA.OR.ID,JAKARTA– Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) DKI Jakarta pada hari ini (22/08/2019) melakukan kegiatan Sosialisasi Sertifikasi Halal dan Olimpiade Halal 2019  di Aula Graha Mental Spiritual, Jakarta Pusat.

Sosialisasi ini dilakukan karena dalam perkembangannya tren peduli halal di Jakarta sudah mulai aktif dan masif, walupun masih ada saja perusahaan makanan yang masih belum peduli tentang halal  akan tetapi MUI DKI Jakarta melalui LPPOM Terus mengkampanyekan pentingya produk halal dalam penggunaanya.

“LPPOM punya kewajiban untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang produk halal terutama untuk siswa siswi di Jakarta dengan tujuan  agar mereka dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan untuk memilih makanan yang sudah halal,” ujar Direktur LPPOM MUI DKI Jakarta, Bayu Jagatnata.

Dia juga menambahkan bahwa sosialisasi dan promosi halal diperlukan untuk memberikan edukasi bagi masyarakat dan pelaku usaha. Melalui kegiatan sosialisasi dan promosi halal diharapkan masyarakat dan pelaku usaha dapat mengerti dan memahami tentang pentingnya produk halal. Apalagi di tahun mendatang,  Pemprov DKI Jakarta ingin menjadikan halal bukan hanya sebatas label produk saja akan tetapi menjadi gaya hidup masyarakat Jakarta sehingga dapat tercipta masyarakat yang sehat, aman dan nyaman.

Dijelaskannya juga bahwa prosedur sebuah produk dicap sebagai produk halal oleh MUI, misalnya gelatin, yang biasa digunakan untuk mengenyalkan makanan. Ada yang dari babi dan sapi. Kalau yang dari babi, jelas haram hukumnya adapun yang berbahan dasar sapi, harus dilihat terlebih dahulu bagaimana penyembelihannya jadi LPPOM MUI DKI jakarta harus jeli dalam hal ini.

LPPOM MUI DKI Jakarta saat ini juga sedang melaksanakan persiapan menuju Olimpiade Halal untuk tingkat SMA/MA se-Indonesia dan juga negara tetangga via online,  besar harapannya MUI DKI Jakarta menjadi grand finalis dalam ajang tersebut.

“Saya berpesan kepada siswa siswi khususnya yang di Jakarta, tuntutlah  yang namanya ilmu sebanyak banyaknya, bukan hanya di bangku sekolah tapi di manapun harus di dukung dengan ilmu. Contohnya mengenai hal ini, dengan kita cerdas dalam kehalalan dalam membeli produk akhirnya kita tahu dan membedakan mana yang halal dan haram ” tuturnya lagi. (Reporter: DH, Redaktur: Kiki)