Memotong hewan di negeri ini punya landasan legal-formal. Ada sejumlah undang-undang dan peraturan yang menjamin dan mengaturnya, baik itu di level provinsi DKI Jakarta maupun nasional. Berikut ini, landasan hukum yang dipaparkan oleh Ir. Yuli Absari , M.Si, Kepala Seksi Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan, dalam acara Ijtima’ Ulama: Penyembelihan Hewan Qurban Menurut Islam yang diselenggarakan oleh  Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta pada Kamis, 2 Oktober 2014.

Dasar Hukum

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan
  2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2012, tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan
  3. Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 1989  tentang Pengawasan Pemotongan Ternak, Perdagangan Ternak dan Daging di Wilayah DKI Jakarta.
  4.  Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 6 Tahun 1994 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan Pemotongan ternak dan Daging di DKI Jakarta

Khusus dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2012, tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan disyaratkan hal berikut:

  1. Pemotongan hewan potong dapat dilakukan di luar rumah potong hewan dalam hal untuk: Upacara Keagamaan,  Upacara Adat,  atau Pemotongan D (Ps. 11).
  1. Pemotongan hewan potong untuk keperluan Upacara Keagaamaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 hanya dapat dilakukan apabila di suatu kabupaten/kota: belum memiliki rumah potong hewan atau  kapasitas pemotongan di rumah potong hewan yang ada tidak memadai (Ps.12). [Muaz]

Syarat Pemotongan Hewan Qurban

  1. Pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong.
  2. Penjaminan kebersihan sarana, prasarana, peralatan, dan lingkungan hewan yang akan dipotong
  3. Penjaminan kecukupan air bersih.
  4. Penjaminan kesehatan dan kebersihan personil yang akan memotong.
  5. Pengurangan penderitaan hewan potong ketika dipotong.
  6. Penjaminan penyembelihan yang halal bagi yang dipersyaratkan dan bersih.
  7. Pemeriksaan kesehatan jeroan & karkas setelah hewan dipotong;
  8. Pencegahan tercemarnya karkas, daging dan jeroan dari bahaya biologis, kimiawi dan fisik.

 

Syarat Memilih Hewan Qurban

  1. Hewan yang sehat.
  2. Hewan tidak cacat.
  3. Hewan cukup umur, yakni  a). Kambing/domba   berumur di atas 1 (satu) tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.   b). Sapi/kerbau: berumur di atas 2 (dua) tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.
  4. Hewan tidak kurus
  5. Hewan diutamakan berjenis kelamin jantan dan tidak dikebiri.

 

 Syarat Tempat Penampungan Hewan Qurban

  1. Kandang penampungan untuk hewan qurban harus bersih. Lantainya kering dan dapat melindungi hewan dari terik matahari dan hujan serta adanya sirkulasi udara yang lancar.
  2. Tersedia tempat makanan dan minuman ternak.
  3. Dapat memberikan kenyamanan atau keleluasaan bergerak bagi hewan (tidak berdesakan).
  4. Memiliki pagar pembatas.
  5. Tidak menempati taman atau jalur hijau.
  6. Memperoleh izin dari kelurahan setempat.

 

  Syarat Minimal Tempat Pemotongan Hewan Qurban

  1. Lokasi mudah dibersihkan. Misalnya lantai beton atau keramik.
  2. Pisau atau  golok harus tajam, bersih dan tidak berkarat.
  3. Tersedia tali untuk merobohkan hewan qurban.
  4. Tersedia pengasah pisau atau kristal.
  5. Tersedia balok kayu untuk merebahkan dalam pengulitan sapi.
  6. Tersedia penggantung untuk pengulitan kambing/domba.
  7. Seluruh peralatan (alas plastik, wadah, talenan, dll) untuk penanganan daging dan jeroan harus bersih dan selalu dijaga kebersihannya.
  8. Tersedia lubang penampung darah.
  9. Tersedia air bersih untuk mencuci peralatan dan membersihkan jeroan
  10. Penyembelih hewan (juru sembelih), setidaknya, memiliki syarat sebagai berikut:  a]. Islam,  b]. Berbadan dan berjiwa sehat,  c]. Taat menjalankan ibadah wajib, d]. Akil baligh, e]. Memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang penyembelihan hewan sesuai syariat.

 

Tata C ara Penyembelihan Qurban

  1. Hewan dirobohkan dengan kepala menghadap ke arah kiblat.
  2. Membaca Basmallah.
  3. Hewan disembelih dengan sekali gerakan tanpa mengangkat pisau dari leher pada saat memotong 3 (tiga) saluran sekaligus, yaitu : a). Saluran makanan (mar’i), b). Pembuluh darah (wajadain), c). Memutus saluran nafas (hulqum).
  4. Proses selanjutnya dilakukan setelah hewan benar-benar mati sempurna.                          [Disarikan oleh Muaz]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.