Jika jawabannya karena diharamkan oleh Allah SWT, sebagaimana tercantum di dalam Al-Quran dan Al-Hadits, itu jelas hanya untuk orang-orang yang beriman. Imani saja yang jelas-jelas Allah SWT larang, tidak usah bertanya lagi. Namun untuk orang-orang di luar Islam,  atau bahkan bagi orang Islam yang kurang-kurang imannya, mereka memerlukan jawaban yang bisa diterima oleh nalar.

Jawaban ilmiahnya bukan karena di tubuh babi terdapat cacing pita yang merugikan manusia bila mengkonsumsi daging babi, tetapi dari penemuan terkini, ternyata DNA babi sama dengan DNA manusia, seperti yang dilansir oleh situs downtoearth.org.in yang memuat artikel berjudul Human and Pig Genes Match (Gen Babi dan Manusia Cocok) yang ditulis oleh Vibha Varshney. Jadinya jika manusia memakan daging babi, hakekatnya manusia tersebut memakan daging manusia alias menjadi kanibal. Na`udzubillah min dzalik. Maha Benar Allah dengan Segala Firman-Nya. *** (RZK)