Sejak berdiri tahun 1975, salah satu tugas dan peran penting Majelis Ulama Indonesia adalah membina dan meningkatkan kerjasama antar organisasi, lembaga Islam, dan cendekiawan muslim dalam memberikan bimbingan dan tuntunan kepada masyarakat, khususnya umat Islam dengan mengadakan konsultasi dan informasi secara timbal balik. Lebih-lebih, dalam konteks keindonesiaan untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

Guna mengingatkan dan menjalankan kembali tugas dan peran tersebut, MUI Jakarta Selatan mengadakan lokakarya bertajuk Penguatan Peran MUI Jakarta Selatan dalam Memajukan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara  pada 2 Desember 2017 lalu. Acara yang bertempat di Gedung Melati PKK, Jakarta Selatan, ini hadir Ketua Umum dan Sekretaris Umum MUI Jakarta selatan, KH. Nawawi Hakam, Lc, dan Drs. H. Abdul Rahman Umar, MA.

Dalam lokakarya yang berlangsung mulai pagi hingga sore hari ini dibahas mulai dari tema Implementasi Visi dan Misi MUI dalam Kehidupab Berbangsa dan Bernegara, Peran Ulama dalam Konstelasi Politik Kebangsaan  hingga tema  Tantangan dan Peluang Ulama dalam Memajukan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Perspektif Ekonomi dan Sosial-Politik. Selain pengurus harian MUI Jakarta Selatan, pembicara yang hadir antara lain: DR. H. Anwar Abbas, MA., M.Ag, Prof. Dr. Tb. Djafar Massa, dan Prof. DR. H. Musni Umar, MA. Sementara pesertanya sendiri  datang dari pelbagai kalangan: pimpinan dan pengurus MUI Jakarta Selatan, perwakilan MUI Kecamatan se-Jakarta Selatan, serta delegasi ormas-ormas Islam di Jakarta Selatan.

Agenda yang berlangsung sukses ini mencatat beberapa poin rekomendasi untuk segera diimplementasikan, antara lain MUI sudah semestinya melaksanakan visi dan misinya sebagai payung ormas-ormas Islam dimana MUI berperan sebagai imam institusi dalam memimpin ormas-ormas Islam untuk menjaga NKRI. Selain itu MUI dapat andil dalam mendorong perkembangan ekonomi umat Islam karena dengan ekonomi yang baik dapat membawa pada persatuan Islam. (muaz)