DSCF2759Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta melaksanakan Rapat Paripurna di Hotel Grand Cempaka, Senin (14/12) yang dibuka oleh Ketua Umum Umum MUI DKI Jakarta KHA Syarifuddin Abdul Gani MA.
Kyai Syarifuddin dalam sambutan mengatakan, rapat paripurna bertujuan untuk mengevaluasi dan pelaporan kegiatan yang telah dilakukan oleh MUI DKI Jakarta sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga MUI DKI.
“Rapat paripurna ini dilakukan minimal setahun sekali yang dihadiri oleh pengurus MUI dan Alim Ulama,” kata Kyai Syarifuddin.
Dalam rapat ini, setiap Komisi nantinya akan memaparkan kegiatan yang telah dilakukan, termasuk kendala yang dihadapi dan program-program yang bakal dilakukan pada tahun mendatang.
Ia berharap rapat paripurna ini memberi manfaat yang baik bagi MUI DKI Jakarta nantinya dan kepetingan ummat.
Kyai Syarifuddin juga memaparkan soal program baru MUI DKI Jakarta yaitu Mudzakarah Ulama, yang bertujuan untuk membicarakan program strategis mengenai keummatan. Mudzakarah ini dihadiri bukan hanya pengurus MUI, tapi semua Kyai dan Ulama.
Kyai Syarifuddin mencontohkan salah Mudzakarah yang telah dilakukan yaitu persoalan men-jama’ shalat bagi yang terjebak kemacetan. Ia mencontohkan, kondisi macet di Jakarta sering kali membuat kalangan pekerja di Jakarta kehilangan waktu magrib.
Kyai Syarifuddin juga menjelaskan jika saat ini hubungan MUI dengan Pemerintah Daerah sudah terjalin baik. Bahkan MUI DKI telah berikan tausiah dan rekomendasi yang berkaitan soal keummatan.
“Contohnya soal kisruh pemotongan hewan‎ yang dilakukan oleh Pemda yang memang meresahkan masyarakat,” kata Kyai Syarifuddin.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat MUI DKI Jakarta AM Fatwa ‎mengatakan, MUI harus berada di posisi strategis dan dirasakan oleh masyarakat dan ummat di DKI Jakarta.
“Bimbingan kepada umat harus berefek pada provinsi DKI Jakarta,” kata Anggota DPD perwakilan DKI Jakarta ini.