DSCF2635
Jakarta – Komisi Pemberdayaan Perempuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta dan M‎UI Jakarta Pusat menggelar seminar mengenai prilaku seks menyimpang dan narkoba.
Tema utama seminar yang dihelat pada Sabtu, 28 November 2015 itu, adalah “Peran Orang Tua Dalam Mengantisipasi Prilaku Seks Menyimpang dan Bahaya Narkoba pada anak.
Seminar yang dilaksanakan di Masjid Al Azhar Jakarta Pusat ini dibuka oleh Ketua MUI Jakarta Pusat KH Yusuf Aman.
Dua orang yang miliki kepakaran soal anak dan perempuan tampil sebagai pembicara yaitu Praktisi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr Hj Nurhidayah dan Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan MUI DKI Jakarta DR Hj Faizah Ali Syibromalisi.
Komisi Pemberdayaan Perempuan MUI DKI Jakarta memang menaruh perhatian terhadap soal pembinaan akhlak ummat ditengah arus globalisasi yang membutuhkan sendi yang dikuat, yang dimulai dari satuan terkecil yaitu keluarga.
Dalam seminar yang dihadiri 60 orang itu, penanganan‎ untuk mengantisipasi prilaku seks menyimpang dan bahaya narkoba pada anak, salah satunya dengan pendekatan psikologis.
Dalam metode ini, orang tua harus lebih proaktif dan memantau perkembangan anak-anak, meski berada di sejumlah rutinitas. Orang tua harus bisa mengamati lingkungan pergaulan anak-anak, termasuk orang-orang yang berada dalam proses interaksi anak.
“Orang tua harus menjadi partner anak dalam pergaulan dan kegiatan sehari-hari,” demikian kata salah satu pembicara.
Dari sisi agama, persoalan seks menyimpang dan bahaya narkoba telah dikategorikan sebagai masalah ‘darurat’ yang mengancam perkembangan anak-anak.
Untuk itu, anak pun harus diberikan edukasi yang komprehensif dan detail mengenai dua persoalan yang jadi materi utama seminar.
Edukasi dari sisi keagamaan pun harus diperkuat dengan menggunakan metode komunikasi yang bisa dimengerti oleh anak. *** (Nanda/ed:Firman)

 

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of