Di Indonesia yang rerata penduduknya Muslim semestinya banyak pengusaha Muslim. Namun, realitanya, justru sebaliknya; lebih banyak non-Muslim. Di negeri ini, pengusaha Muslim cuma 1 %. Demikian salah satu poin penting yang disampaikan Chairul Tanjung saat memberi ceramah pada MUNAS Majelis Ulama Indonesia (MUI) IX di Surabaya pada tanggal 24-27 Agustus lalu.

         Selain hal di atas, pemilik Trans Corp dan Bank Mega tersebut juga mengungkap beberapa fakta dan kendala seputar berbisnis. Meski begitu, ia juga menyodorkan sejumlah saran dan motivasi jitu agar umat Islam bangkit dan menjadi pebisnis Muslim. Berikut, beberapa poin penting yang disampaikanya–sebagaimana redaksi Info Ulama dapatkan dari DR. KH. Lutfi A. Fathullah, Ketua Komisi Fatwa MUI DKI Jakarta saat menghadiri acara MUNAS tersebut:

Beberapa Fakta:

  1. Diantara 50 orang terkaya di Indonesia hanya 8 orang saja yang Muslim, selebihnya (alias 42 orang) adalah non-Muslim.
  2. Dari semua perusahaan besar di Indonesia, tidak ada satupun CEO-nya atau presiden direkturnya yang Muslim.
  3. Penyebab kesenjangan ini adalah Pendidikan.
  4. Masih minim orang Muslim yg memilih jurusan teknik. Mayoritas mereka mengambil jurusan sosial. Akibatnya sering berebut di lahan yang sama.
  5. Masih minimnya entrepreneur Muslim Indonesia. Persentase pengusaha Muslim dalam data riset yang ada menyebutkan: Amerika 12%, Singapura 5%, Malaysia 4 %, Thailand 3% dan Indonesia 1% saja.
  6. Sebab yang lain, orang Indonesia senangnya menjadi pegawai. Memilih yang aman-aman saja. Kurang berani menanggung resiko.
  7. Generasi muda sekarang lebih senang yang instan, tidak mau berproses.
  8. Sering terjebak dengan karakter kemiskinan. Berbeda dengan Korea atau Jepang. Pasalnya, Orang Indonesia kalau miskin akan berkata: “Ini takdir. Bersabarlah .. surga sudah menanti buat orang yang sabar.”
  9. Orang Jepang dan Korea mencari yang terbaik dan berjuang untuk itu dengan bekal disiplin.
  10. Orang Indonesia sering menghindari masalah. Sedang orang Jepang pantang menyerah dalam menyelesaikan masalah. Hal ini bukan hal baru, tapi selalu terulang dalam kehidupan kita.
  11. Orang kita sering tidak mau berproses tapi ingin cepat kaya lalu korupsi; ingin cepat sampai tapi melanggar, ingin cepat lulus tapi nyontek.

Untuk itulah diperlukan solusi. Antara lain:

  1. Perbaiki sisi pendidikan. Artinya bukan memperbanyak murid, tapi memperbaiki mutunya.
  2. Orang Islam yang cerdas harus mengajar di kampus dan sekolah yang Islam.
  3. Kemajuan ekonomi Barat dimulai dengan penemuan. Mulai dari mesin uap, komputer dan lain-lainya. Semua penemuan baru itu terus berkembang dan menjadi mesin uang.
  4. Sejarah Islam mencatat masa keemasan Islam dalam bidang ilmu ekonomi dan poltik. Kalau mereka pernah melakukan, kenapa kita tidak?
  5. Kunci entrepreneurship itu membaca peluang, lalu menangkap peluang itu. Kalau tidak ada peluang maka ciptakan peluang itu. Contohnya gelas biasa dan polos harganya 10 ribu rupiah, karena membaca peluang, seorang pengusaha menghiasnya hingga  harganya berubah menjadi 50 ribu rupiah.
  6. Modal utama menjadi pengusaha itu: 1. Diri sendiri 2. Amanah. 3.Jaringan sosial yang baik. Tanpa uang, kalau ada modal diri sendiri dan jejaring sosial, insya Allah akan berhasil.
  7. Harus bekerja keras.
  8. Khusus buat para kyai .. jangan hanya mengedepankan idealisme tanpa mempertimbangkan realita. [mz]