Tepat pukul 20.00, Selasa, 29/11/16,  Jakarta International Islamic Conference (JAIIC) resmi dibuka. Event yang diadakan MUI DKI Jakarta ini menegaskan satu poin penting: koordinasi dan konsolidasi gerakan dakwah yang moderat antar ulama di 16 ibukota negara. Hal inilah, setidaknya, yang disampaikan dan ditekankan Ketua Panitia Pelaksana, DR. Robi Nurhadi, KH. A. Syarifuddin Abdul Ghoni, MA (Ketua Umum MUI DKI Jakarta), dan KH. Ma’ruf Amin (Ketua Umum MUI Pusat).

“Dakwah Islam moderat itu dakwah yang mengajak dengan lembut, tidak keras; yang saling ta’aruf, bukan saling tanakur… yang toleran, bukan intoleran,” demikian tegas KH. Ma’ruf Amin saat menyampaikan sambutanya. Sebab, “Syariat,” jelas KH. Ma’ruf seraya mengutip Imam Syatibi, “berlaku taklif pemenuhannya pada jalan moderat yang paling adil.”

Tak aneh, bila DR. Robi berharap bahwa output dari konferensi ini lahirnya Prakarsa Jakarta untuk Dakwah Moderat yang nantinya akan ditandatangi para ulama dari beberapa negara yang hadir sebagai pembicara.

Hadir dalam acara pembukaan ini Sekda Provinsi DKI Jakarta,  Dr. Saefullah, perwakilan Kementrian Luar Negeri RI, para pengurus harian MUI se-Indonesia, para pimpinan pondok pesantren,  pengurus-pengurus organisasi Islam di Indonesia serta undangan delegasi peserta dari beberapa negara. Agenda pembukaan JAIIC yang tampak meriah ini diselingi musik gambus dan tarian sufi serta ditutup dengan doa oleh Habib Hud. (Muaz)

 

 

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of