Saatnya Ulama Bersama Umat

Memimpin Pemberantasan Narkoba di Ibukota

            Puluhan tahun lalu, dampak kerusakan yang sangat besar dari penyalahgunaan narkoba di Indonesia membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan Fatwa Tentang Penyalahgunaan Narkoba pada tanggal 10 Shafar 1396H/10 Februari 1976M. Dalam fatwa tersebut, MUI antara lain menegaskan haram hukumnya penyalahgunaan narkoba serta mendorong para ulama, guru, muballigh dan pendidik untuk lebih giat memberikan pendidikan dan penerangan kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.

Untuk mewujudkan komitmen luhur tersebut, Dewan Pimpinan MUI memutuskan untuk membentuk Gerakan Nasional Anti Narkoba-Majelis Ulama Indonesia (disingkat Ganas Annar-MUI) yang akan dibentuk di tingkat pusat dan daerah (provinsi dan kabupaten/kota serta kecamatan). Ganas Annar menghimpun dan mengaktualisasikan potensi ormas-ormas remaja, pelajar dan mahasiswa Islam untuk menjadi ujung tombak pencegahan bahaya narkoba sekaligus benteng kokoh umat Islam dan bangsa dalam mencegah merasuknya narkoba ke sendi-sendi kehidupan kaum muda dan warga masyarakat.

Ganas Annar-MUI Provinsi DKI Jakarta yang kepengurusannya dikukuhkan pada hari Kamis, 19 April 2018 di Balaikota Pemprov DKI Jakarta dituntut untuk mewujudkan komitmen MUI seperti yang tertera di Fatwa Tentang Penyalahgunaan Narkoba. Terlebih data dari tahun ke tahun (terakhir tahun 2017) menunjukkan bahwa Provinsi DKI Jakarta selalu menempati ranking satu sebagai daerah dengan penyalahgunaan narkoba yang tertinggi di Indonesia, dengan jumlah rata-rata 500 ribu orang per hari.

Untuk menekan, meminimalisir bahkan menghilangkan penyalahgunaan narkoba di DKI Jakarta, tugas pemberantasan narkoba tentu tidak bisa diandalkan ke satu pihak atau lembaga saja, dalam hal ini Badan Narkotika Nasional (BNN) atau Badan Narkotika Provinsi (BNP). Tetapi dengan jumlah muslim terbesar dan masih banyaknya ulama dan tokoh agama yang masih didengar nasehat dan seruannya oleh umat, maka keberadaan dan peran Ganas Annar-MUI Provinsi DKI Jakarta bisa menjadi mitra BNN/BNP dalam pemberantasan narkoba di DKI Jakarta yang tentu saja dilakukan dalam kapasitasnya sebagai lembaga yang menjadi bagian dari MUI yang memiliki visi, misi dan fungsinya yang berbeda dengan BNN/BNP.

Namun juga, Ganas Annar-MUI Provinsi DKI Jakarta tidak dapat berbuat banyak jika tidak didukung oleh umat, sebab  pelaku dan korban penyalahgunaan narkoba adalah umat itu sendiri. Karenanya, dalam masa kepengurusan untuk periode empat tahun ke depan (Masa Khidmat 2018-2022), Ganas Annar-MUI Provinsi DKI Jakarta menggandeng semua potensi umat dalam pemberantasan narkoba. Sehingga moto Ganas Annar-MUI Provinsi DKI Jakarta Masa Khidmat 2018-2022 adalah ” Saatnya Ulama Bersama Umat Memimpin Pemberantasan Narkoba di Ibukota”.

Penggunaan kalimat ”saatnya” di moto tersebut untuk memberikan kesan kuat semangat yang terus terbaharui setiap harinya, selalu optimis bahwa penyalahgunaan narkoba dapat benar-benar dapat diberantas sampai ke akar-akarnya. Semoga pengurus Ganas Annar-MUI Provinsi DKI Jakarta Masa Khidmat 2018-2022) dengan ketua Drs.KH Supriadi Karsim  dan sekretaris Sanusi, ST dapat memenuhinya. Aamiin yaa Arhamarraahimiin!***