Demikian pernyataan Imam Besar Masjid Istiqlal ini saat menjadi penceramah pada acara Peringatan Tahun Baru Hijriah di Balaikota antara Ulama dan Umaro (Rabu, 29/10/2014) dengan tema “Tahun Baru Hijriah Merupakan Momentum Perubahan untuk Mewujudkan Kota Jakarta yang Aman Nyaman dan Religius” yang diselenggarakan oleh Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Setda Provinsi DKI Jakarta dan dihadiri kurang lebih 150-an orang.

Sebelumnya ia menjelaskan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh sebagian umat Islam ada pula yang disebabkan karena dibuat oleh pihak di luar Islam, seperti kekerasan yang dilakukan oleh ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria/Sham). Menurutnya jika pernyataan dari Snowden (mantan agen rahasia AS yang kini tinggal di Rusia) dan Hillary Clinton, mantan menlu AS, di dalam bukunya “Hard Choice” bahwa ISIS merupakan bentukan AS untuk memecah belah dan membuat Timur Tengah senantiasa bergolak, maka ISIS adalah contoh dari kekerasan jenis ini.

Adapun kekerasan yang terjadi karena tafsir yang keliru dari sebagian umat Islam, maka ini merupakan wilayah ulama untuk meluruskannya. Tafsir yang keliru ini terjadi karena sebagian umat Islam menerapkan ayat-ayat perang di situasi dan kondisi yang damai. Memang ajaran-ajaran Islam diturunkan ke dunia untuk menjawab dua kondisi yang kerap terjadi, yaitu kondisi perang dan kondisi damai.  Apalagi jika ada ormas Islam yang merasa memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan kekerasan dengan alasan amar ma`ruf nahi munkar, padahal Imam Al-Ghazali sudah memberikan penjelasan bahwa jika ada umaro, maka tindakan kekerasan untuk amar ma`ruf nahi munkar dilakukan oleh Umaro, sedangkan ulama hanya sebatas memberikan peringatan dan nasehat saja.  Sebab pengertian ulil amri menurut tafsir gurunya, Syekh Abdullah bin Baz, adalah ulama dan umaro yang wajib ditaati selama tidak melakukan maksiat kepada Allah SWT.

Ia juga memberikan penjelasan tentang ajaran kebersihan dalam Islam yang kerap diabaikan oleh sebagian umat Islam di Indonesia. Acara ini dihadiri oleh Plt Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama/Ahok, yang dalam sambutannya juga menyampaikan tentang anjuran menjaga kebersihan dari Islam,  Sekda, Askesmas, Ketua Umum MUI DKI, ketua-ketua lembaga Islam,  pengurus MUI DKI dan lima wilayah kota, alim ulama dan aparat pemerintah.  Acara ditutup dengan doa oleh Ketua Umum MUI Dki Jakarta, K.H. A. Syarifuddin Abdul Ghani, M.A.***   (Rakhmad Zailani Kiki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.