Kementerian Agama Pusat telah merilis tempat-tempat resmi Rukyatul Hilal Ramadhan 1437H di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Papua. Untuk Provinsi DKI Jakarta, ada empat tempat Rukyatul Hilal resmi yang diakui pemerintah, yaitu Masjid Al-Musyari`in, Basmol, Jakarta Barat; Gedung Kantor Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta; Apartemen Sesons City Tower A Lantai 32, Tambora, Jakarta Barat; dan Pulau Karya, Kepulauan Seribu. Berikut profil keempat tempat rukyatul hilal di Jakarta tersebut.

 

Masjid Al-Musyari`in, Basmol, Jakarta Barat

Untuk keberadaan tempat rukyatul hilal di atap Masjid Al-Musyari`in, Basmol, Jakarta Barat, tidak terlepas dari kiprah dan keterlibatan Habib Usman Bin Yahya , Mufti Betawi. Sebagai seorang mufti yang menguasai berbagai bidang ilmu ke-Islaman, termasuk ilmu falak. Pada waktu itu ia melihat di sebelah barat Betawi terdapat dataran tinggi, dikenal dengan nama Pisalo atau Basmol, yang karena tingginya sampai hari ini tidak pernah kebanjiran. Pada waktu itu, daerah Basmol hampir seluruhnya digunakan sebagai area persawahan dengan cuaca dan pemadangan ke arah ufuk barat yang sangat baik dan memenuhi syarat untuk dijadikan tempat rukyatul hilal. Karena itulah Habib Usman terpikat dan menjadikan Basmol sebagai tempatnya untuk melakukan rukyatul hilal.

Sepeninggalan Habib Usman yang wafat pada tahun 1913, Basmol tidaklah redup sebagai tempat favorit masyarakat Betawi untuk ngeker bulan. Ulama yang kemudian menggantikan posisi Habib Usman adalah KH. Abdul Majid atau Guru Majid, salah satu dari enam guru Betawi. Seperti Habib Usman, Guru Majid juga lahir di Pekojan. Ketika Habib Usman wafat, ia berumur 26 tahun. Guru Majid merupakan alumni Makkah dan terkenal kedalaman ilmunya di bidang tasawuf, tafsir dan yang paling dikenal di bidang ilmu falak. Khusus di bidang terakhir ini, beliau sempat mengarang kitab falak yang berjudul Taqwim an- Nayyirain berbahasa Arab-Melayu yang menjadi rujukan hisab para perukyat hilal di Pesalo Basmol selain kitab Sullam an-Nayyirain. Begitu terpikatnya dengan daerah Pisalo Basmol, ulama asal Pekojan ini bahkan ketika mau wafatnya meminta agar jenazahnya dikuburkan di tempat ini. Sekarang, makam beliau berada tepat di depan Masjid Al-Musyari`in, Basmol, Jakarta Barat bersama dengan beberapa makam lainnya. Untuk membedakan dengan makam lainnya dan agar mempermudah para penziarah, makamnya diberi kramik warna biru. Masyarakat Betawi Besmol sangat menghormatinya sehingga setiap tahunnya, yaitu pada minggu ke-2 di bulan Sya`ban selalu diselenggarakan haulan beliau.

Seiring dengan waktu, pemandangan di Pisalo Basmol ke arah ufuk barat mulai terhalang oleh bangunan. Terlebih sawah lapang yang dijadikan tempat rukyatul hilal dijadikan lintasan kali yang cukup lebar. Dikarenakan tidak lagi memungkinkan, menurut KH. Ahmad Syarifuddin Abdul Ghani, tokoh dan penerus rukyatul hilal Pisalo Basmol, pada tahun 1991, tempat rukyatul hilal dipindah ke Masjid Al-Musyari`in yang berjarak hanya beberapa meter di belakang tempat yang lama.

 

Gedung Kantor Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta

            Menurut Fajar Fathurrahman, pelaksana Bidang Urais Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Gedung Kantor Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta lantai 7 (atap) digunakan pertama kali sebagai tempat rukyatul hilal sejak tahun 2006. Pada tahun 2008 sampai dengan tahun 2009, kegiatan rukyatul hilal di gedung ini bahkan dilakukan sebulan sekali. Namun setelah itu, hanya dilakukan tiga kali dalam setahun, yaitu untuk rukyatul hilal Ramadhan, rukyatul hilal Syawal, dan rukyatul hilal Dzulhijjah.

 

Apartemen Seasons City Tower A Lantai 32, Tambora, Jakarta Barat

Kegiatan rukyatul hilal dari Apartemen Seasons City Tower A Lantai 32, Tambora, Jakarta Barat diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah PB NU dan Lajnah Falakiyah PW NU DKI Jakarta. Menurut mantan Ketua Lajnah Falakiyah PW NU DKI Jakarta, KH Abdul Kholiq Soleh yang ikut dalam merintis tempat rukyatul hilal di Seasons City, dipilihnya apartemen ini karena dari ketinggiannya dapat menjangkau ufuk hakiki (kaki langit sebenarnya) di horizon barat yang merupakan laut tanpa adanya penghalang dengan langit cenderung lebih cerah dan polusi cahaya yang tidak terlalu tinggi. Namun, untuk polusi udara memang diakuinya terkadang tinggi; pandangan ke ufuk barat sering terhalang asap pekat yang merupakan emisi gas buang kendaraan bermotor.

Kegiatan rukyatul hilal di apartemen ini sudah diselenggarakan sejak tahun 2011, namun sempat tidak diselenggarakan pada tahun 2015 dan pada tahun 2016 ini akan diselenggarakan kembali. Dari beberapa kegiatan rukyatul hilal di Apartemen Seasons City Tower A Lantai 32, Tambora, Jakarta Barat, hilal pernah terlihat, yang membuktikan bahwa apartemen ini masih cocok sebagai tempat ruqyatul hilal resmi yang diakui oleh pemerintah.

 

Pulau Karya, Kepulauan Seribu

            Pulau Karya, Kepulauan Seribu menjadi tempat rukyatul hilal setelah dilakukan kegiatan studi kelayakan oleh Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Centre) yang  dilakukan di tiga pulau, yaitu Pulau Pramuka, Pulau Karya, dan Pulau Panggang, selama tiga hari, yaitu dari hari Sabtu sampai Senin, 23 sampai dengan 25 Mei 2015 dengan petugas studi kelayakan, yaitu: K.H. Abdul Holik Soleh, S.Ag (pakar falakiyah dari PW NU DKI Jakarta), Drs. Mutoha Arkanuddin (pakar falakiyah dari Rukyatul Hilal Indonesia Pusat), dan H. Ismail Fahmi, S.Ag (pakar falakiyah dari Kementerian Agama Pusat).

Hasil studi kelayakan ini kemudian disahkan pada kegiatan Semiloka yang menetapkan Pulau Karya, Kepulauan Seribu sebagai tempat yang layak untuk kegiatan rukyatul hilal oleh Tim Falakiyah Jakarta Islamic Centre. Kegiatan rukyatul hilal di Pulau Karya, Kepulauan Seribu dilakukan untuk rukyatul hilal  Ramadhan,  Syawal dan Dzulhijjah 1436H/ 2015.  Pada rukyatul hilal Syawal 1436H, hilal terlihat oleh Tim Falakiyah Jakarta Islamic Centre di Pulau Karya, Kepulauan Seribu dan dilaporkan ke Sidang Itsbat yang oleh Menteri Agama RI diterima, dimasukkan ke dalam SK Menteri Agama RI dan diumumkan di kepada masyarakat melalui media massa. ***  (Rakhmad Zailani Kiki, dari pelbagai sumber)