K.H. Ahmad Kazruni Ishaq lahir di Jakarta, 04 Oktober 1950. Dia sempat berkiprah di dunia politik, pada sebuah partai berlambang Ka’bah, KH.Ahmad Kazruni Ishaq  akhirnya memilih kembali ke dunia pendidikan dan dakwah, profesi yang dia cintainya Meski meninggalkan dunia politik, ulama kelahiran Tegal Parang, Jakarta Selatan, ini tetap aktif berorganisasi baik di bidang pendidikan maupun keagamaan. Diantaranya sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan As-Syafi’iyah Jakarta dan Ketua Umum Forum Ulama dan Habaib Betawil (FUHAB).

 

Putra KH Ishak Musa dan HJ. Rohani Kosim ini mengawali pendidikannya di Madrasah Ibtidaiyah Al-Khairiyah yang merupakan miliki keluarganya Setelah lulus pada tahun 1963, ia langsung meneruskan pendidikannya ke Pondok Pesantren Modern Gontor, Jawa Timur namun tidak sampai tamat Dari Gontor, Ahmad Kazeuni kemudian melanjutkan pendidikannya di Madrasah Aliyah Asy-Syafi’iyah Bali Matraman, Jakarta Selatan. Tamat dari Aliyah, dia melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Ushuluddin lAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ketika itu, kampus Ushuluddin masih berlokasi di JI. Cemara dan JI. Indramayu, Menteng, Jakarta Pusat. Selama kuliah Ahmad Kazruni aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ushuluddin yang merupakan organisasi struktural dari HMI Cabang Jakarta.

 

Namun, K.H. Ahmad Kazruni Ishaq tidak menyelesaikan kuliahnya di lAIN. Dia memilih melanjutkan kuliahnya di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir pada fakultas dan jurusan yang sama . Ketika di Kairo, Mesir, tahun 1982, ia menikah dengan Hj. Salmah Sanwani dan sampai saat ini dikaruniai lima orang anak, terdiri atas tiga anak perempuan dan dua anak laki-laki. Anak sulungnya yang bernama Hj. Safaul Bariyyah bahkan dilahirkan Kairo, Mesir. Kini, dari anak-anaknya, ia telah dikaruniai delapan orang cucu.

Sepulangnya dari Mesir, diaa mengabdikan ilmunya pada beberapa perguruan pendidikan agama, khususnya di sekolahnya sendiri , yaitu di Madrasah Al-Khairiyah, disamping mengajar di masjid-masjid, musholla-musholla, majelis taklim-majelis taklim di perkantoran, baik yang milik pemerintah maupun swasta, dan juga menjadi khotib Jum’ at yang tempatnya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain yang ditekuninya hingga saat ini.

Dia juga berkiprah dalam memajukan pendidikan Islam di tempat lain dengan melibatkan diri menjadi Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan As-Syafi’iyah Jakarta yang dulu dia pernah mengenyam pendidikan di perguruan ini.

Selain itu, dia juga aktif di lembaga ulama dan habib Betawi, yaitu menjadi Ketua Umum Forum Ulama dan Habaib Betawi (FUHAB). Dia juga aktif menjadi Wakil Ketua Kelompok Pengajian Al-Bahtsi Wattahqiq Assalam, yaitn pengajian subuh setiap dua Sabtu sekali di tempat-tempat yang berpindah-pindah di sekeliling Jakarta yang dirintis oleh Syekh Dr. Nahrawi Abdussalam. Saat ini, ia menjadi pengajar tetap ketiga pengajian tersebut sebagai penerus ketiga setelah KH. Abdul Mu’thi Mahfuz, MAdan Syekh Dr. Nahrawi Abdussalam. Dia wafat pada hari Sabtu, 9 Juli 2016.***

(Rakhmad Zailani Kiki, sumber: jakarta.go.id)

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of