Tamu Agung

Seperti apa sosok Ramadhan, Sang Tamu Agung ini? Ia adalah makhluk dalam bentuk waktu. Ia datang dan tinggal bersama umat Islam paling lama 30 hari. Ia sosok tamu sejati, tidak pernah bosan untuk berkunjung. Ia juga tamu yang baik, amanah dan dermawan. Tdak khianat dan tidak pelit untuk membagi oleh-oleh keberkahan yang dititipkan Sang Maha Pencipta untuk umat Muhammad saw. Keberkahan yang melalui dirinya, Allah swt. memberikan naungan kepada umat Islam, menurunkan rahmat, menghapuskan kesalahan, mengabulkan doa, membanggakan orang beriman di hadapan malaikat, dan melipatgandakan pahala amal shalih yang dikerjakan umat Islam. Karena keberkahan yang dibawanya dari Allah swt., ia menjadi satu-satunya tamu favorit di dunia ini, tamu yang sangat ditunggu-tunggu milyaran orang Islam. Kata agung yang disandangnya berasal dari hadits Salman al-Farisi ra. Ia berkata,” Bahwa Rasulullah SAW di akhir bulan Sya`ban berkhutbah kepada kami, beliau bersabda, “Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari 1. 000 bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah (tathawwu`). Barangsiapa (pada bulan itu) mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan, ia seolah-olah mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib, ia seolah-olah mengerjakan 70 kebaikan di bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran itu balasannya surga. Ia (juga) bulan tolong-menolong, di mana di dalamnya rezki seorang Mukmin bertambah (ditambah). Barangsiapa (pada bulan itu) memberikan bukaan (ifthâr) kepada seorang yang berpuasa, maka itu menjadi maghfirah (pengampunan) atas dosa-dosanya, penyelamatnya dari api neraka dan ia memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa (itu) sedikitpun.” Kemudian para Sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kita memiliki makanan untuk diberikan sebagai bukaan orang yang berpuasa.” Rasulullah SAW berkata, ” Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan bukaan dari sebutir kurma, atau satu teguk air atau sedikit susu. Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” (HR Baihaqî). Karena itu, kepergiannya adalah kedukaan. Maka, sekali Tamu Agung ini datang, jangan disia-siakan. Jamu dan layani dia seperti yang Rasulullah saw. lakukan. Jangan dikurangi dan jangan ditambahkan. (Bersambung)

(Rakhmad Zailani Kiki. Sumber: http://penaintelegensia.blogspot.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.