Kesimpulan
Dari penjelasan profil Tamu Agung dan Tuan Rumah Mulia, Sang Makhluk Cahaya, Muhammad saw. Ini, maka dapat disimpulkan: walaupun seorang muslim melakukan puasa di bulan Ramadhan dengan menerapkan seluruh sunnah atau tata cara Rasulullah saw., orang itu tidak akan pernah mendapatkan keberkahan bulan Ramadhan secara utuh, tidak akan pernah mendapatkan Lailatul Qadar, sebagaimana yang Rasulullah saw. dapatkan. Tidak akan pernah, jika jasad dan kebutuhan-kebutuhan jasmani begitu mendominasi dalam melayani Sang Tamu Agung sedangkan ruh dibiarkan terpendam dan diperdaya oleh jasad, sekalipun tata caranya sudah sesuai dengan yang Rasulullah saw. ajarkan. Karena Rasulullah saw. menjalankan hidup sehari-hari sampai wafat dengan ruhnya, dengan cahaya yang terang-bederang. Terlebih di bulan Ramadhan, di mana ada Lailatul Qadar yang menurut Sayyid Qutub dalam tafsir Fi Dzilalil Quran, ia, Lailatul Qadar bermandikan cahaya Allah, cahaya malaikat, dan cahaya roh sampai terbit cahaya fajar. Jadi jelaslah dan sangat wajar jika Rasulullah saw. sangat mudah mendapatkan Lailatul Qadar karena hanya cahaya yang dapat menangkap dan menyatu dengan cahaya . ***

(Rakhmad Zailani Kiki. Sumber: http://penaintelegensia.blogspot.co.id)

Leave a Reply

avatar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  Subscribe  
Notify of