Ramadhan MUI DKI

Jakarta – Menyambut bulan Ramadhan 1441 H sebagai bulan yang penuh dengan keberkahan, dan bulan yang sangat dianjurkan untuk disambut dan diiisi dengan berbagai ibadah dan amal baik.
Mengingat wabah Covid-19 di wilayah Provinsi DKI Jakarta yang masih berlangsung dan berdampak sistemik, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta melalui Komisi Fatwa dengan senantiasa mengharap rahmat, inayah, dan ridha Allah SWT menyampaikan pesan (tausyiah) sebagai berikut:
1. Umat Islam di wilayah Provinsi DKI Jakarta agar mengisi bulan Ramadhan 1411 H dalam situasi pandemik Covid-19 dengan berbagai aktivitas ibadah, ketaatan, kebaikan, dan menjadikannya sebagai bulan latihan kesabaran secara maksimal dengan tetap menjalankan puasa Ramadhan satu bulan penuh, kecuali bagi yang sakit atau ada udzur syar’i;
2. Umat Islam di wilayah Provinsi DKI Jakarta harus tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran wabah Covid-19 dengan mematuhi semua protokol kesehatan yang dikeluarkan Pemerintah (Satgas Covid-19) dan mematuhi Fatwa MUI untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut di wilayah DKI Jakarta sehingga tidak terjadi penambahan jumlah mereka yang terinfeksi dan korban jiwa;
3. Umat Islam di wilayah Provinsi DKI Jakarta wajib melakukan ikhtiar untuk menjaga kesehatan dan kebersihan, menjauhi tindakan yang diyakini menyebabkan dirinya dapat terinfeksi virus covid-19 dan penyakit lainnya, juga menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan penularan virus Covid-19 dan penyakit lainnya kepada orang lain, sebagai pengamalan 5 (lima) tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams), yaitu menjaga: jiwa, agama, akal, harta dan keturunan;
4. Umat Islam di wilayah Provinsi DKI Jakarta hendaknya mematuhi keputusan Pemerintah tentang pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di wilayah DKI Jakarta, dengan tidak melakukan kegiatan yang melibatkan berkumpulnya orang banyak, misalnya: shalat Jumat, shalat lima waktu berjama’ah, shalat Tarawih, shalat Ied, takbir keliling, buka dan sahur bersama, dan pengajian umum atau tabligh akbar, termasuk pulang kampung (mudik).
Semua kegiatan tersebut dapat dilaksanakan di rumah masing-masing dengan tanpa mengurangi kekhusyu’an, nilai dan pahalanya;
5. Umat Islam di wilayah Provinsi DKI Jakarta hendaknya menjadikan bulan Ramadhan yang mulia ini sebagai sarana untuk meningkatkan keamanan, solidaritas sosial dan saling membantu saudara-saudara yang terdampak secara ekonomi akibat wabah Covid-19, khususnya tetangga terdekat dalam satu kawasan RT/RW, baik dalam menjaga
kesehatan, siskamling bersama, maupun saling membantu pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari (obat-obatan, makanan, minuman, masker, sarung tangan, dan lain-lain);
6. Umat Islam di wilayah Provinsi DKI Jakarta agar membayar zakat mal kepada petugas amil zakat seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan lembaga zakat lainnya yang ditunjuk Pemerintah, atau kepada Panitia-panitia Zakat di masjid-mushola, setelah nishabnya terpenuhi meskipun belum masuk waktu wajibnya (hawalan al-haul), serta menta’jil (menyegerakan) pembayaran zakat fitrah di awal bulan Ramadhan, untuk didistribusikan kepada para penerima/ mustahiq al-zakat, dengan tetap mematuhi protokol
kesehatan Pemerintah;
7. Umat Islam di wilayah Provinsi DKI Jakarta agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, dzikir, shalawat, sedekah dan doa tolak bala (addu’a lidaf’i al-bala’) sebagai bagian ikhtiyar untuk meningkatkan imunitas diri, dan agar diberikan perlindungan/keselamatan dari musibah dan marabahaya, khususnya wabah Covid-19;
8. Petugas/Takmir masjid/mushalla agar tetap mengumandangkan adzan pertanda telah masuk waktu shalat lima waktu atau shalat Jum’at, dan setelah Adzan mengimbau jamaah untuk sholat di rumahnya masing-masing, dengan redaksi: صص ك وت ا ى ب ي و ف لم \ م ا ك ر ا ىَ دي و ف ل (artinya: shalatlah di rumah kalian, shalatlah di rumah kalian)
9. Petugas/Takmir masjid/mushalla agar memperdengarkan lantunan bacaan murattal al-Qur’an atau tarhim kurang lebih 10-15 menit sebelum Adzan, mensyiarkan Ramadhan dengan program tadaarus al-Qur’an dan kajian/ceramah keagamaan secara online, menjadi pusat informasi dan bantuan korban terdampak Covid-19, serta tetap melayani umat Islam yang akan menyerahkan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) dan mendistribusikannya kepada mustahiq al-zakat, terutama yang terdampak Covid-19, dengan tetap mematuhi
protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah (Satgas Covid-19) dan Fatwa Ulama;
10.Meminta KPI DKI Jakarta agar mengawasi dan mengimbau pengelola media massa, khususnya TV dan radio, untuk mempersiapkan dan mengemas acara Ramadhan yang sejalan dengan nilai-nilai al-akhlaq al-karimah dan semangat solidaritas sosial kepada sesama, sehingga di bulan Ramadhan tahun 1441 H tercipta nuansa religius dan kebersamaan untuk menghadapi dampak wabah Covid-19;
11.Mengimbau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk bersikap lebih proaktif dalam membantu warga DKI Jakarta yang terdampak secara ekonomi dengan kebijakan PSBB, melalui bantuan berbuka dan sahur, serta bantuan sosial lainnya, selain bantuan kesehatan;
12.Jika dalam pelaksanaan ibadah Ramadhan ada hal-hal yang bersinggungan atau tidak bersesuaian dengan Peraturan Pemerintah terkait penanganan Covid-19 dan aturan PSBB, hendaklah masing-masing pihak di masyarakat dan yang berwenang menyelesaikan persoalan tersebut dengan bijaksana dan tidak menimbulkan kegaduhan yang semakin memperbesar masalah, dengan cara-persuasif, dialog dan musyawarah yang baik dengan mengedepankan kemaslahatan yang menyeluruh baik dari sisi agama, umat dan negara.

Baca Berita Lainnya :   Penyerahan Sertifikat Halal di JIFEST 2019 dan Gema Muharram 1441H MUI DKI Jakarta