Sekretaris Umum MUI Provinsi DKI Jakarta KH Yusuf Aman (Foto Arfan/MUI Johar Baru)

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Johar Baru menggelar acara halalbihalal di Masjid Al Mubarok, Jakarta, Sabtu (6/7/2019). Acara yang dihadiri oleh Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta, Ketua Umum MUI Jakarta Pusat, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Johar Baru, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), Camat dan Lurah Johar Baru, serta masyarakat sekitar.

Ketua MUI Kecamatan Johar Baru, Abdurahman, dalam sambutannya menyampaikan saat ini Persatuan ummat antara Ulama dan Umara menjadi perhatian semua pihak, khususnya di wilayah Kecamatan Johar Baru.

“Kita telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjalin Persatuan Ulama dan Umara, agar menjadi lebih baik kedepannya” Ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MUI Jakarta Pusat, Robi F. Muhammad mengatakan, peran MUI yaitu pertama menjaga aqidah-aqidah seiman Ahlul Sunnah Wal Jamaah. Kedua, menjadi persatu antara Ulama dan Umara yang dibutuhkan rujukannya serta pemersatu ummat yang bersengketa dalam bermasyarakat. Ketiga, mengawal dan menjaga pemimpin yang diangkat oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sementara itu Sekretaris Umum MUI Provinsi DKI Jakarta KH Yusuf Aman menjelaskan seputar makna dan sejarah halalbihalal yang dicetuskan oleh Ulama Pada Tahun 1948.

Momentum ini masih digunakan ummat Islam di Indonesia hingga saat ini hingga bisa menjadi nilai aset bangsa. Namun, KH menyoroti soal adanya pergeseran nilai dari Halalbihalal.

“Penggeseran nilai halalbihalal saat ini yaitu sangat disayangkan, yaitu halalbilharam dengan cipika-cipiki bukan muhrim yang harus diluruskan,” tekannya.

Untuk itu, KH Yusuf meminta agar makna dan nilai dari Halalbihalal harus diluruskan dan dikembalikan sesuai dengan Syariat Islam.